Jam Karet


clock-1

“Jam 9 ya di xxxxx” sms saya terima.

“Ok” sms saya balas.

Jam sembilan lewat tiga menit. Saya berdiri sambil mencari-cari wanita itu. Ada rasa kecewa yang muncul. Pertama, saya terlambat dari waktu yang telah disepakati. Kedua, teman yang ingin saya temui tidak berada di tempat dan WAKTU yang sudah disepakati.  Saya telepon handphonenya, tidak ada yang menjawab.

Beberapa menit kemudian, ada sms yang masuk.

“Tunggu ya, bla bla bla…”

Lima belas menit kemudian, barulah saya bisa bertemu dengannya.

xxx

Jam karet atau ngaret alias tidak tepat waktu… apakah merupakan budaya bangsa ini? Tidak… saya harap tidak. Egois sekali rasanya bila bicara seperti itu. Masih banyak orang yang menghargai waktu dan tepat waktu di negeri ini.

Tapi…  Entahlah…

xxx

Untuk mengetahui nilai SATU TAHUN,

tanyakan kepada seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikannya.

Untuk mengetahui nilai SATU BULAN,

tanyakan kepada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.

Untuk mengetahui nilai SATU MINGGU,

tanyakan kepada seorang editor majalah mingguan.

Untuk mengetahui nilai SATU HARI,

tanyakan kepada seorang buruh harian yang punya enam anak untuk diberi makan.

Untuk mengetahui nilai SATU JAM,

tanyakan kepada seorang kekasih yang sedang menantikan waktu bertemu.

Untuk mengetahui nilai SATU MENIT,

tanyakan kepada seseorang yang ketinggalan kereta.

Untuk mengetahui nilai SATU DETIK,

tanyakan kepada seseorang yang selamat dari kecelakaan.

Untuk mengetahui nilai SATU MILIDETIK,

tanyakan kepada seseorang yang memenangkan medali di Olimpiade.

6 thoughts on “Jam Karet

  1. Salamunalaikum

    maaf kalo terkesan sok tahu dan tidak sopan, tapi mungkin kamu bisa sampaikan hal ini ke teman-temanmu yang masih suka ngaret.

    WAKTU ADALAH ESENSI PENTING

    Katakanlah: Bagimu ada hari yang telah dijanjikan yang tiada dapat kamu minta mundur daripadanya barang sesaatpun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan.
    Qur’an 34:30

    Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan seorangpun dari waktu yang telah ditetapkan untuknya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.
    Qur’an 63:11

    SATU2NYA yang diberikan pada kita saat kita lahir adalah – WAKTU. Jika seseorang mempunyai jangka hidup sampai 50 tahun, itu sama dengan 438.000 jam = 26.280.000 menit. Setengahnya dipakai untuk ngorok dan tidur, setengahnya lagi mungkin untuk… sibuk dengan membuat uang dari kebohongan/perbudakan/pembunuhan, dan juga merusak bumi.

    Ingat saat2 kamu harus menunggu, dan saat kamu membiarkan orang lain menunggu? Maka mereka (dan kamu juga) datang dengan alasan ‘maaf’ karena telat atau tidak datang sama sekali. Lebih buruk lagi bila kata maaf tidak berarti itu ditemani dengan alasan2 bodoh seperti – macet, hujan lebat, atau ‘aku lupa’.

    Pikirkan. Sebuah janji untuk bertemu dalam waktu yang ditentukan, misalkan jam 10 tepat, itu berarti bukan 10:01, atau 10:30. Waktunya adalah 10:00, dan waktu sesudah itu berarti TIDAK memenuhi waktu yang ditentukan. Artinya bahwa kamu TIDAK menepati perjanjian, dan kamu telah mensia2kan waktu hidup seseorang sejumlah ‘x’ menit yang berharga. Titik.

    Apa gunanya bilang “Maaf”? Maaf untuk apa? Maaf karena telah mengambil menit2 yang berharga dari hidupku? Kalau maaf berarti memberikanku kembali waktu2 yang telah hilang sejumlah menit2 yang kamu ambil, maka OK, kalau selain dari itu… jangan sia2kan waktu hidupku dan pergilah!

    Waktu tidak menunggu seseorang, maka tidak ada seorangpun yang perlu menunggu orang lain!

    Lain kali bila kamu berjanji untuk bertemu seseorang dalam waktu yang ditentukan, maka datanglah TEPAT WAKTU, atau sebelumnya. Kalau kamu merasa tidak bisa memenuhi janji itu, maka batalkanlah dan batalkan SEBELUM waktu perjanjian, bukan SESUDAH!

    Hari kemarin telah hilang, dan hari esok mungkin tidak akan pernah datang. Semua yang kita miliki adalah hari ini…faktanya yang kita miliki HANYA ‘saat ini’. Berhentilah mensia2kan hidupmu, dan juga hidup orang lain.

    Carilah kebenaran saat ini juga, sebelum waktu itu habis.

    Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
    QS. 103

    sekian

    🙂 terima kasih

  2. did… apakah kegiatan ahad kemarin maksud post ini….?
    kalau iya, aasif jiddan ya..
    semoga ndak terulang…

    tapi mungkin, ada sudut lain yang perlu kita tengok bahwa:
    kejadian “ngaretnya” seseorang, tidak jarang disebabkan faktor luar dari pelakunya. contoh, ketika seseorang menyatakan bertemu pada jam sekian, di tempat yang sudah ditentukan, maka orng itu semaksimal mungkin akan berusaha menepati janjinya. namun, terkadang ada halangan2 yang tidak pernah disangka (diluar rencana) datang.. sehingga dia “ngaret” atau terlambat.

    wallahu a’lam, semua bergantung dengan niatnya.

  3. bicara tentang waktu ya
    paling ga suka menunggu
    apalagi jika sementara saya menunggu
    banyak hal yang penting bisa saya lakukan

    thanks ya dida
    postingnya membuat saya berpikir
    semoga ga ada waktu yang tersia-sia🙂

    sama-sama bunda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s