Karena… Pengen Aja!


Alhamdulillah.. hari rabu kemarin saya dikejutkan dengan seorang teman perempuan  yang memutuskan untuk mengenakan jilbab. Senang, kaget, plus penasaran untuk mengetahui motivasi apa yang mendorongnya untuk menjalankan perintah Allah itu. Akhirnya saya bertanya, dan alasannya simpel: “karena… pengen aja!”.

Saya yakin rasa pengennya itu bukan tidak berlandasan. Pasti ia sudah memikirkannya secara baik-baik. Karena, bukan hal yang mudah untuk melakukan suatu hal yang baru, dimana dibutuhkan sikap konsisten dan “tahan banting”.

Wah… bicara tentang jilbab dan “tahan banting”, jadi ingin bernostalgia tentang pengalaman saya dalam memakai jilbab. Saya memakai jilbab sejak kelas satu SMP. Saat itu mama yang menyuruh untuk memakainya. Saya sendiri saat itu masih fifty-fifty, alias masih setengah hati. Antara mengetahui bahwa jilbab itu wajib dengan rasa malu yang timbul saat memakainya. Maklum, saat SD saya termasuk anak yang berkelompok dengan anak-anak yang tergolong gaul. Nanti kalau pakai jilbab gimana? Gak eksis lagi dong? Nanti dipanggil bu haji lagi.. Hehe…

Tapi dalam perjalanannya, saya malah bersyukur telah dibiasakan untuk memakai jilbab. Lebih terjaga dan terlindungi, inilah efek yang paling terasa. Ternyata perintah Allah itu walaupun terlihat berat pada awalnya namun ada kebaikan didalamnya. Dengan memakai jilbab, bukan berarti gak eksis lagi. Malah saya merasa tambah eksis setelah berjilbab. Juara satu karate kategori kata pada saat SMP, padahal saat itu masih sabuk putih. Juara tiga karate tingkat DKI Jakarta. Serta prestasi akademik lainnya alhamdulillah cukup memuaskan. Nah, jadi jilbab bukanlah penghalang untuk terus berprestasi.

Ada aksi, ada reaksi. Ketika memutuskan untuk berjilbab, pasti ada reaksi dari teman terdekat. Ada yang ngeledekin, ada yang biasa aja, yah… macam-macamlah🙂

Ada yang bilang yang penting hati kita dulu yang “dijilbabin”. Percuma aja kan pakai jilbab kalau perilakunya masih jelek? That’s true indeed. Tapi kalau nunggu hatinya “bersih” dulu kapan pakai jilbabnya? Lagipula dengan memakai jilbab, akan muncul rasa tanggungjawab tersendiri yang membuat kita, mau tidak mau, menjauhi perilaku yang buruk yang menunjukkan bahwa kita seorang muslim. Itulah yang saya maksud dengan terjaga. Meski masih banyak manfaat lain dari berjilbab.

Ya… semoga teman saya yang akan mengawali hari-harinya dengan pengalaman baru dapat terus istiqomah (saya juga >.< ). Berjilbab bukan berarti kita sudah “bersih”. Tapi setidaknya kita ingin mendapatkan hal-hal yang baik. Don’t judge a book by it’s cover. But a book’s cover usually shows it’s “personality”. Semangat!

NB: tidak bermaksud riya, hanya ingin berbagi pengalaman.

 

2 thoughts on “Karena… Pengen Aja!

  1. Dida, ane suka di kalimat ini nich…. :

    “Don’t judge a book by it’s cover. But a book’s cover usually shows it’s “personality”

    rasanya nendang banget tuch ! jadi dapet alesan buat para perempuan yang gak mau make jilbab dengan alasan tersebut….

    Emang sich, ada pelcur yang berjilbab, tapi minimal orang menganggap orang pelacur itu, orang yang make rok pendek khan ??? bukannya orang yang pake jilbab.

    Sama Did, kayak ngeblog….. ada yang bilang : ” benerin dulu diri lo, jangan sok nasehatin orang lain. Kalau udah bener, baru nasehatin orang laen”.

    Lah, emang kapan diri kita bener 100 % ????

    nice post !

    ngobrol2 dida jago karate juga ye ????

    masih tetep karate sekarang bu guru ??

    thanks! udah gak karate nih😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s