Delapan Cara Membina Kejujuran Anak


  • Jangan mempermudah anak mengatakan ketidakbenaran

Jangan bertanya “Apakah kamu makan es krim hari ini?” Ketika anda tahu bahwa jawaban anak bisa tergelincir menjadi “tidak” (berbohong). Sebaiknya katakan, “Eh, tadi mama lihat kamu makan es krim lho”.

  • Permudahlah anak mengatakan kebenaran dengan tidak memojokkannya

Jika anda mengatakan “gelas jus ini kok ada di lantai ya? Mama kira ada yang menumpahkan nih”. Lebih mungkin mendapat pengakuan daripada menuduh dan memojokkan, seperti “jus buahnya tumpah pasti ada yang menumpahkan”.  Pernyataan ini hanya akan menimbulkan penolakan anak karena ia takut.

  • Memberi penghargaan anak ketika ia jujur

Jika  seorang anak usia 3 tahun mengakui telah mencoret crayon di dinding lalu ibunya member reaksi marah, mudah dimengerti mengapa anak kemudian takut mengakui kesalahannya di kemudian hari.

  • Membantu anak melihat kebenaran secara utuh

Seringkali seorang anak mengingat sebagian dari apa yang terjadi. Pada saat itu ia tidak bermaksud berbohong, hanya daya tangkapnya yang belum lengkap. Alih-alih merasa jengkel, coba bantu dia mengingat kembali seluruh cerita.

  • Jangan membuat anak berbohong

Terlalu banyak tekanan, standar terlalu tinggi, hukuman yang terlalu berat, semua dapat menjuruskan anak untuk berbohong agar terhindar dari konsekuensi yang tidak menyenangkan.

  • Jangan memaksa anak mengaku

Jika anda tidak dapat pengakuan spontan anak, janganlah menginterogasinya, jika anda dan anak sama-sama tahu bahwa anak melakukan kesalahan, tidak perlu memaksa dia mengaku kesalahan saat itu juga karena akan memperburuk keadaan, coba beri anak waktu.

  • Mempercayai anak

Kebenaran dan kepercayaan adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Jika anda jujur, anda akan dipercaya. Jika anda dipercaya, anda akan jujur. Biarkan anak tahu anda mempercayainya. Pastikan pula anak juga mempercayai anda, karena itu berusahalah selalu menepati janji-janji anda, dan jika tidak bisa, pastikan anda memberikan penjelasan dan permintaan maaf.

  • Menjadi teladan kejujuran

Sekali lagi, tidak ada yang bisa lebih mengajarkan kejujuran pada seorang anak daripada contoh dari orangtuanya, bersikap jujurlah dalam tindakan anda, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Bahkan “kebohongan yang kecil” sekalipun dapat mengganggu pemahaman seorang anak akan nilai kejujuran.

sumber: buku pendidikan anak dini usia. karangan Dr. Anwar dan Ir. Arsyad

4 thoughts on “Delapan Cara Membina Kejujuran Anak

  1. Hmm … cara2 yang harus benar2 diperhatikan bagi para orang tua dan calon orang tua. Hee, udah dikasih tahu kak afra blom did?

    blom nih ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s