Indonesia Dimataku


Rise o youth of Indonesia
Prepare yourself for this country
The Future of this country is in your hand
It is in your responsibility for this country
It is in your responsibility for this country

Alway endeavor, honest and sincere
Limit your speech keep your hard work
Strong Integrity Focus with a clear mind
Be polite o sons of this country
Be polite o sons of this country
(Bangun Pemudi Pemuda Indonesia)

Berbicara tentang Indonesia, teringat perkataan seorang teman yang pernah berkata kurang lebih seperti ini: “Kenapa kita gak lahir di Brunei aja? Negaranya makmur gitu?…”. Aku tertawa getir. Termenung.

Sebut saja temanku yang berbicara itu bernama Lita. Bukan tanpa sebab Lita berbicara seperti itu. Saat itu kami tengah mengurus berkas untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Ketidakjelasan informasi serta kerumitan pendaftaran membuatnya kesal sehingga membuat uneg-uneg seperti itu.

Hal ini terus berlanjut, awalnya aku tidak terlalu peduli dengan negara dimana aku dilahirkan: Indonesia. Sampai gerakan Indonesia Unite yang hadir disebabkan Malaysia mengklaim budaya Indonesia (CMIIW) menjadi miliknya begitu cepat meluas, hal ini cukup mengusik ketidakpedulianku. Para pengguna twitter pun menambahkan sebuah gambar bendera merah putih berukuran kecil di sudut kanan bawah foto profilnya. Ah… Hebat! Terima kasih Malaysia, kau sudah membangunkan lamunanku dan generasi muda lain bahwa kami merupakan generasi penerus bangsa, yang sudah seharusnya lebih peduli terhadap kemajuan negerinya.

Tidak berbeda dengan Lita, yang tiba-tiba “menyalahkan” negerinya padahal panitia penyelenggara ujian masuk perguruan tinggilah yang seharusnya diberi masukan, akupun berpikiran sama pada awalnya.

Pertanyaan pun muncul, apakah aku bangga menjadi warga negara Indonesia? Dengan begitu banyaknya persoalan di negeri ini, termasuk masalah hutang, KKN, dan lain sebagainya.

Yah… dibilang bangga sih tidak terlalu, tapi aku berusaha “mencintai” negeri ini. Negeri tempatku dilahirkan. Negeri dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Ya… di negeri inilah aku mengenal ajaran Islam.

Lagipula, apa yang sudah aku berikan kepada negeri ini? Mudah-mudahan aku bukan termasuk tipe orang yang suka menuntut tanpa memberikan sesuatu terlebih dahulu.

Dan semoga negeri ini bisa menjadi lebih baik. Jadi sejalan antara orang yang sudah berusaha keras ingin melakukan perubahan dengan perubahan itu sendiri.

-Perdjoeangan belum berakhir-

3 thoughts on “Indonesia Dimataku

  1. Assalaamu’alaikum

    Salam kenal buat Dida. Mudahan tanah air mu sentiasa menjadi kebanggaanmu. Sentiasa di hatimu. Terima kasih sudah berkunjung ke laman saya. Laman dida punya potensi untuk berkembang jika rajin go blog to blog. Salam mesra dari Malaysia.😀

    waalaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh bunda Fatimah🙂 amin… I hope so. maksudnya blogwalking ya? ^^ salam mesra juga..

  2. artikel ini menggelitik lho, banyak orang Indonesia yang berbangga diri melihat anaknya sekolah internasional dan lancar berbahasa Inggris tanpa fasih mengucapkan bahasa Indonesia, sebegitu burukkah bahasa Indonesia?

    nggak buruk kok. saya pribadi memandang bahasa Inggris sebagai sarana saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s