Servis Payung


Aku sedang menggendong keponakanku, Khalid, di teras rumah. Lalu lewatlah seorang bapak yang beranjak tua menggandeng tas lusuh berwarna biru. Ia memakai topi untuk melindungi rambutnya yang sudah mulai beruban dari panasnya Jakarta di siang hari. “Servis payung…” bapak itu berkata setengah teriak. Disusul dengan perkataan “Botol-botol bekas minyak wangi botol…”. Seketika aku teringat dengan payung hijauku yang sudah rusak. Aku melihat bapak itu mulai menjauh dari pandanganku. Sebelumnya aku pernah mendengar suara bapak itu yang sedang berpromosi kemudian berpikir, “Servis payung? Apakah usaha bapak itu bakal ada yang memakainya? Lalu untuk apa botol-botol bekas minyak wangi itu? Hubungannya apa ya?”. Aku hanya berpikir dan merasa kasihan kalau-kalau bakalan jarang yang menggunakan jasa si bapak.

Namun siang itu tanpa berpikir panjang aku berkata dengan suara agak keras “Bang, berapa servis payungnya?”. Raut wajah bapak itu terlihat senang, lalu berjalan ke arah teras rumah. Entahlah apa ini perasaanku saja yang senang karena sudah memberanikan diri bertanya atau memang bapaknya juga senang karena mendapat pelanggan. “Rusaknya bagaimana dulu?” bapak itu bertanya. Langsung kuambil payung hijau dengan motif bunga-bunga dari dalam kamar. Sesaat setelah kuserahkan payungnya bapak itu dengan cermat mengamati kerusakannya lalu berkata “Lima ribu?”. “Oh… yaudah” aku setuju. Bapak itu lalu duduk sambil mengerjakan pekerjaannya.

Beberapa menit kemudian payung hijauku yang bermotif bunga sudah bisa dipakai lagi. Alhamdulillah… Jadi tidak perlu membeli payung baru di saat musim hujan seperti ini. Aku hanya berpikir dan berharap. Di zaman serba cepat dan kemajuan teknologi sudah semakin pesat, semoga bapak ini bisa meneruskan perjuangannya mencari rezeki dengan cara yang halal.

8 thoughts on “Servis Payung

  1. Hmm, menarik juga pekerjaannya, mungkinsama uniknya dengan pekerjaannya si joni yang di janji joni ^^. Tapi apakah masih ada orang yg mau benerin payungnya jaman segini? mending beli baru, gak jauh beda koq harga servis dan beli …

    iya sih, tapi males beli yang baru… ^^

  2. Iya, sekarang udah jarang sekali orang yang bekerja memperbaiki payung (tukang service payung). Dan tidak ada salahnya juga kita membangun kepercayaan terhadap seseorang yang berusaha mengais rizki yang halal dengan memberikan nilai yang sepantasnya untuk mereka, ini bukan tentang berapa harga payung saat ini dan juga bukan tentang berapa harga service payung saat ini. Namun ini tentang nilai kepedulian terhadap sesama, masih adakah?

    masih… (semoga)

  3. tukang service payung, tukang sol sepatu, tukang duren pikul, tukang asinan, dan tukang-tukang lain sudah semakin jarang ditemuin di Jakarta. semua bekerja secara halal, daripada mereka menjadi perampok apa penodong mending mereka begitu….

    setuju..

  4. ada juga c mas kutu tukang yang susah dicari pas hari-hari biasa, tapi ternyata menjamur abis waktu dah mau ultah jakarta… yaitu tukang kerak telor….. hehehehe saya sudah dapet alasan c kenapa fenomena ini terjadi.. kapan2 saya tulis di blog saya….^^

    ayo ayo ditulis..

  5. dimana sech mbak lokasi rumahnya, aku di tebet dah jarang banget ada tukang servis payung lewat, sayang banget banyak payung masih bagus2 tapi rangka2nya rusak:-(( makasih ya

    • Pas nulis ini dulu masih tinggal di Pejompongan (Jakarta Pusat), sekarang aku di Jagakarsa (Jakarta Selatan). Tebetnya di mana mbak? Deket SMP 115 nggak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s