Tentang (Ustadz) Lihan


Saya selalu tertarik dengan kisah-kisah orang sukses. Bagaimana cara mereka mendapat kesuksesan itu, hal-hal apa yang terjadi pada diri mereka, dan sebagainya. Perlu dicatat, sukses disini jangan dicitrakan sebagai materi saja. Lebih dari itu adalah kepuasan batin maupun pelajaran moral yang bisa diambil. Seperti buku Sang Pemimpi yang dikarang oleh Andrea Hirata yang mengisahkan tentang perjuangannya dalam mencapai mimpi-mimpinya. Saya sangat tersentuh dengan buku itu, kalau tidak mau dikatakan mengeluarkan sedikit air mata karena, mungkin, selain kisahnya bagus ritmenya juga sedang pas dengan suasana hati saat itu (saya gagal dalam tes masuk perguruan tinggi). Buku itu seakan-akan memberikan energi yang luar biasa dahsyat yang membuat saya merasa menjadi orang bodoh jika harus menyerah.

Kegagalan. Saya tidak terlalu alergi lagi mendengar kata itu, karena saya pernah merasakannya (rasanya semua orang juga pernah, ya.. ^^). Ya… Rasanya benar juga bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda. Tapi harus tetap diiringi dengan usaha dan do’a terus-menerus ya.. Lagipula, saya memaknai gagal bukan berarti benar-benar skak mat, tapi ada rencana lain dibalik itu semua.

Back to topic, salah satu kisah kehidupan yang saya ikuti adalah tentang (ustadz) Lihan. Pertama-tama saya mengenal beliau dari acara tentang wirausaha di salah satu stasiun tv swasta, lalu sempat membaca tentang buku beliau dari blog mbak Ollie, nah… saat itu saya sempat berencana membeli bukunya. Namun tak ketemu juga bahkan untuk di toko buku seperti Gramedia Matraman. Pengusaha intan itu mengingatkan saya tentang guru ngaji saat SMA.

Siapa yang bisa menjamin orang yang dulunya berakhlak baik, kedepannya tidak bisa lagi dikatakan baik? Segala sesuatu bisa berubah, dan pasti berubah. Saya sendiri tidak bisa menjamin bahwa saya yang sekarang akan sama dengan beberapa tahun kedepan. Memang benar ya bahwa dunia itu adalah tempat ujian. Begitu pula dengan (ustadz) Lihan. Beliau dengan label ustadz-nya ternyata melakukan tindakan yang mengagetkan. Selengkapnya bisa dibaca disini.

Media memang hebat. Dia bisa memengaruhi pemikiran orang begitu cepat. Hanya saran saja, sekali lagi, mari kita cek n ricek terlebih dahulu segala sesuatu sebelum menyimpulkannya (nasehat untuk diri sendiri).

Dan untuk kasus (ustadz) Lihan, pertama, saya sangat berduka cita ketika mendengar ibundanya wafat saat anaknya sedang tertimpa masalah. Kedua, semoga semua bisa clear, baik investor maupun pelaku mendapat perlakuan yang adil, setimpal dengan apa yang telah dilakukan.

Sudah dulu ya… Besok UAS Agama~

2 thoughts on “Tentang (Ustadz) Lihan

  1. saya turut berduka cita atas menninggalnya ibunda ustad lihan, semoga allah swt menerima amal ibadahnya & mengampuni dosanya

    amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s