Seminar Lingkungan Hidup yang Bikin “Hidup”


Rabu kemarin, saya bersama dua orang teman menghadiri seminar lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh HMI (kalau gak salah, kepanjangan HMI=Himpunan Mahasiswa Islam) bertajuk “Rejuvenansi Disiplin Ilmu Pendidikan Lingkungan Hidup Dalam Sistem di DKI Jakarta”. Saat tiba di tempat seminar, kami memang terlambat karena harus ikut kuliah dulu. Tapi dua orang pembicara (dua orang profesor yang tidak bisa disebutkan namanya) tiba-tiba berkata bahwa mereka sudah tidak ada waktu lagi lalu segera pamit pulang. Ckckck… Memang kalau sudah profesor jam terbangnya padat yaa…  Jadi tinggal dua orang pembicara lagi yang “tersisa”.Meski begitu, saya sempat mendengarkan sesi tanya jawab mengenai tema ini bersama profesor sibuk tersebut. Lumayanlah, wawasan sedikit bertambah.

Setiap harinya Jakarta menghasilkan 6000 ton sampah. Bukan jumlah yang sedikit ya kawan? Belum lagi masalah kesadaran masyarakat Jakarta yang kurang dalam membuang sampah pada tempatnya. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai sampah maupun kebersihan, kesadaran (pengalaman) yang kurang, kebiasaan (belum terbiasa membuang sampah pada tempatnya) serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Jadi, diperlukan revolusi kesadaran untuk menangani hal macam ni ^^

Kaitan hal ini dengan pendidikan adalah (yah, karena kami mahasiswa UNJ jadi biasanya selalu dikaitkan dengan pendidikan), apakah ilmu tentang lingkungan hidup ini perlu dibuat menjadi suatu mata pelajaran baru atau cukup dengan mengintegrasikan materinya dalam mata pelajaran lain (seperti biologi, geografi, PLBJ, dll).

Karena, sebaiknya dalam membuat kurikulum (  jangan hanya mementingkan aspek kognitif aja, tapi afektifnya juga perlu dikedepankan. Setuju?😉 Tujuan pendidikan bukan hanya untuk lulus UAN saja kan?

Teman saya dari Depok sudah mendapat pelajaran mengenai ilmu lingkungan hidup ini saat SMA. Kalau saya nggak dapet.

Ironisnya, sehabis seminar itu berakhir masih ada saja peserta yang tidak membuang bungkus air mineral atau bekas sedotan atau bekas snack pada tempatnya. Jadi saya lebih setuju jika tidak usah terlalu banyak teori atau hafalan, tetapi dalam prakteknya masih susah dilaksanakan. Lebih baik sih kalau keduanya berjalan seimbang. Teori ada (jangan banyak-banyak, hhe..), prakteknya mantap. Itu baru hebat😀

One thought on “Seminar Lingkungan Hidup yang Bikin “Hidup”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s