Anak Televisi


Setiap hari kami saksikan kesadisan di luar logika,
juga pertikaian yang tak selesai diiringi goyang bor patah-patah,
gosip para selebriti, serta gentayangan para hantu setiap jamnya.

Kami larut dalam kisah cinta anak sekolah berseragam putih merah,
putih biru dan putih abu-abu
sambil menertawakan si Yoyo, Cecep, Sin Chan, dan Bidadari,
lalu sibuk mendukung bintang baru lewat SMS.

Dari pagi sampai malam
kami menghafal televisi
kami cerna kelicikan, darah, goyangan, dan semua jenis hantu sambil mendebukan buku-buku.

Di sekolah guru bertanya tentang cita-cita,
dan sambil menguap panjang kami menjawab
kami ingin jadi orang paling berguna bagi negeri ini
seperti yang pernah dinasihatkan orangtua, guru, pejabat, politisi, ulama,
dan selebriti kami di televisi.

Mei 2004-Abdurahman Faiz.

3 thoughts on “Anak Televisi

  1. tapi mungkin perlu sedikit dibedakan…

    *grup satu:
    mereka yang menggunakan TV sebagaimana puisi di atas
    *grup dua:
    mereka yang menggunakan TV untuk update berita dan nobar acara olahraga…

    FYI: saya masuk ke grup dua:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s