Laporan Talkshow Negeri 5 Menara


Kemarin adalah hari yang unik. Siang hari saat ingin pergi ke kampus naik TransJakarta, ada seorang anak kecil memakai baju bola bertuliskan “Argentina” bernomor punggung 10 yang wajahnya cukup familiar. Saya sampai memandangnya cukup lama untuk meyakinkan bahwa yang saya liat itu benar. Ternyata benar, kakaknya Baim (pemain sinetron dan bintang iklan) yang bernama Abay (kalau nggak salah namanya itu) duduk disamping kanan saya, setelah bapaknya. Ibu-ibu yang berada disekitar Abay mulai bertanya macam-macam mulai dari sekolah dimana, dsb. Beda di TV, beda di kenyataannya.Ternyata anaknya lucu banget😀

Tiba di kampus, sebelum menghadiri talkshow novel Negeri 5 Menara bersama penulisnya, A. Fuadi, saya pergi ke FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan) untuk mengumpulkan tugas. Jadi saya nggak ikut talkshownya dari awal -_- Tapi ndak apa-apa yang penting sebagian acaranya bisa diikuti.

Moderator acara ini adalah Boim Lebon, seorang penulis buku “Faris dan Haji Obet” (buku kesukaan saya saat SMP), temannya Hilman penulis “Lupus”, senior saya saat SMA. Pernah mengisi acara juga di saat saya SMP. Benar aja, pak Boim ini berhasil membuat penonton tertawa. Selera humornya cukup bagus, kalau tidak mau dibilang terlalu bagus😛

Uda Fuadi (penulis Negeri 5 Menara -N5M- ini adalah orang Minang) memberikan pencerahan mengenai hikmah yang didapat dari N5M. Untuk menjadi pribadi sukses, ada beberapa tips dari beliau:

– Impian tinggi

-Niat kuat dan lurus

-Usaha keras (diatas rata-rata)

-Do’a

-Berprasangka baik

-Ikhlas (karena orang yang ikhlas akan jauh dari stress)

Pastinya resep sukses tiap orang berbeda. Dan kesuksesan bagi tiap orang juga berbeda. Ada yang merasa dengan menjadi seorang Polisi ia sudah sukses, karena Polisi merupakan cita-cita yang ia inginkan. Tapi, siapa yang tidak mau sukses? Semua orang, saya rasa menginginkannya.

Uda Fuadi juga menyarankan untuk membiasakan menulis. Karena menulis merupakan salah satu terapi jiwa. Pernah merasakan lebih plong ketika sudah menulis? Itulah yang saya rasakan.

Salah satu impian yang ingin dicapai Uda yang telah mengunjungi 30 negara ini adalah membangun Komunitas Menara untuk membantu pendidikan di Indonesia. Semoga impian ini bisa tercapai ya… Teman-teman yang tertarik bisa ikut bergabung.

Saat acara akan berakhir, Amak (Ibu) yang juga seorang pendidik memberi pesan kepada kami, mahasiswa  UNJ untuk ikhlas dan jujur dalam mendidik (mendidik, bukan sekedar mengajar). Amak sedih melihat pendidik mengkatrol nilai untuk siswa-siswanya. Oh ya.. kabarnya novel ini akan segera difilmkan.

Sekian kawan laporan dari saya, semoga bermanfaat~

One thought on “Laporan Talkshow Negeri 5 Menara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s