Seminar Acikita


Kemarin saya ikut seminar dari Acikita. Cukup menarik, banyak ilmu yang saya dapat dari sana, terutama mengenai bagaimana caranya agar bisa kuliah di luar negeri. Ada 5 orang pembicara, empat orang Indonesia, satu orang Jepang asli. Orang Indonesianya pun pada kuliah di Jepang semua. Hm… Sayang deh kalau yang gila Jepang gak ikut acara ini ^^ (untungnya saya udah gak terlalu gila Jepang)

Perjuangan anak bangsa di negeri orang ini cukup membuat saya tertegun. Pasti mereka merasakan nikmatnya berlelah-lelahan untuk survive di negeri orang. Ah… Jadi kepingin..

Di seminar itu juga ada bedah buku “Menikah Tanpa Pacaran? Ok Banget!”. Memang pembicaranya adalah ikhwan dan akhwat. Jadi berasa sekali nuansa Islaminya.

Namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Memang, dan ini sepertinya wajar aja sih, orang Indonesia yang tinggal di Jepang bisa “lebih Jepang” daripada orang Jepang itu sendiri (nah lho, bingung ya?😛 ).

Membandingkan kondisi Indonesia dengan Jepang rasanya bikin hati sedih. Tapi tunggu, apakah Jepang sebegitu hebatnya? Jawabannya “ya” jika kita membicarakan masalah teknologi, dsb. Tapi menjadi “belum tentu” jika yang dibicarakan masalah maraknya pornografi disana, sikap individualistik, dsb (CMIIW).

Ada yang menarik lagi. Bahwa para bunda (narasumber) ternyata menemukan pujaan hati di Jepang sana. Asyik deh atmosfer jadi romantis😛 . Ternyata pergi ke Jepang bukan hal yang mudah, karena mereka pergi saat usia sudah siap menikah. Tapi akhirnya… Bismillah… Mereka berangkat dengan mantap dengan dalih bahwa beasiswa belum tentu datang dua kali. Sebenarnya tergantung situasi dan kondisi, serta keputusan individu masing-masing. Tapi bunda berpesan, bagi yang laki-laki sebaiknya menikah dulu. Karena di Jepang paha perempuan bertebaran.

Kata narasumber lagi, orang Jepang tidak terlalu memuji kehebatan/kepintaran seseorang. Kerja keras dan semangatlah yang mereka junjung tinggi. Karena percuma juga kan otak pintar kalau malas? Salah satu narasumber adalah alumni IKIP Bandung jurusan sastra Inggris, tapi melanjutkan S-2 di jepang jurusan science. So, ganbatte kudasai!

Profesor di Jepang bagaikan orangtua angkat bagi para mahasiswanya. Jadi, jaga baik-baik hubungan dengan profesor.

Orang Jepang sudah terkenal tidak terlalu bisa berbahasa Inggris. Tapi karena itu bahasa internasional, english is a must.

Masih banyak lagi ilmu yang saya dapat disana. Alhamdulillah bisa mengikuti dan menjadi anggota pada acara itu🙂

4 thoughts on “Seminar Acikita

  1. ufufufufufu~ makasi ya da, uda ngajakin aku ikutan juga..😀
    bermanfaat bgt buat aku. jd lebih ingin memacu diri jd lebih baik lagi.. >_<
    ayo ke jepang samasama!!!! uryaaahhh!!

    ayo fare, ganbatte kudasai!!😀

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Terimkaasih ya sudah ikutan Seminar ACIKITA. InsyaAllah tahun ini akan ada 15 daerah untuk Seminar Pendidikan, mulai dari Bali, Makasar, Balikpapan, Pontianak, hingga P Jawa dan Sumatera hingga Aceh.

    Ada juga ACIKITA International Conference of Science and Technology 26-27 Juli di Jkt. Untuk info lanjut bisa lihat dulu di http://acikita-foundation.org

    Terimakasih
    yuk ikutan lagi, kalau mau jumpa profesor Jepun,.. bisa ngelamar beliau langsung untuk calon profesor, ini salah satu tujuan kami,… mempermudah yg ingin sekolah untuk mendapatkan contact person atau calon profesor
    Tetap semangat

    wassalam
    Ijum

    Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh… Terima kasih uni sudah mampir kemari🙂 Saya ikut sebarin infonya ya.. Maaf belum bisa aktif jadi anggota Acikita. Semoga acara ini berjalan lancar dan sukses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s