Pelatihan ASI dan Pemain Bola


Sabtu dan Minggu kemarin saya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan ASI gratis di rumah dokter Henny Zainal (facebook: Henny Zainal). Alhamdulillah rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Saya tahu pelatihan ini dari kakak saya. Walaupun masih calon ibu-ibu, insya Allah acara ini bermanfaat banget. Lumayan kan nanti kalau udah jadi ibu-ibu sudah punya ilmunya meskipun sedikit-sedikit🙂 Terima kasih dokter Henny🙂

Kawan, ternyata menjadi ibu itu tidak gampang, capek, dan melelahkan. Bukannya ingin menakut-nakuti, namun nyatanya seperti itu. Pantas saja ada hadist seperti ini:

Suatu saat ada orang yang bertanya kepada Nabi: Siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? “Ibumu”, jawab Nabi. “Kemudian siapa?” “Ibumu”. “Lalu?”, “Ibumu”, baru kemudian Bapakmu dan keluarga terdekat yang lain”, tegas Nabi. (Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat: Jâmi’ al-Ushûl, I/333).

Tapi yang saya lihat dari pelatihan kemarin, serta wajah dan obrolan sana sini dengan para ibu, ternyata menjadi ibu merupakan suatu kebahagiaan yang tidak terhingga. Dengar-dengar sakit ketika melahirkan menjadi tidak berarti (bahkan jadi lupa kalau kesakitan) ketika si baby sudah keluar melihat dunia. Wah indahnya😀

Saya jadi tahu bahwa sebaiknya hindari membedong bayi. Lho, bukannya itu sudah tradisi disini? Tapi kenapa ya bayi-bayi baru lahir di luar negeri diperlakukan layaknya bayi yang sudah hidup beberapa bulan? Tidak dibedong pula!

Ternyata bu dokter bilang kalau sebenarnya bayi akan lebih susah untuk bernafas dan bergerak jika diberi bedong. Pantas saja pemain sepak bola Indonesia tidak berlaga di piala dunia karena waktu kecil dibedong, baru lari sedikit sudah ngos-ngosan😀 Hehe… Tapi kitanya juga harus mengkroscek kembali kawan, mengecek informasi yang kita dapat. Tentunya ada alasan ilmiah mengenai suhu badan bayi yang dikaitkan dengan pembedongan ini.

Ada juga informasi mengenai hindari memakaikan sarung tangan pada bayi baru lahir. Karena kita jadi tidak bisa melihat bahwa si bayi itu lapar. Jika ia meremas-remas tangan sendiri tandanya sudah lapar. Tentang bahasa bayi yang sama jika menandakan ia lapar, dsb bisa dilihat di Dunstan Baby Languange.

Tentang susu formula yang berbahaya, susu kambing yang sehat namun mahal, bahkan sempat menyinggung teori konspirasi dalam hal kesehatan ^^ Memang yah, yang alami-alami lebih bagus daripada yang buatan ~_~

Saya juga diberi materi-materi mengenai ASI, yang sebenarnya saya sendiri belum paham benar. Masih belajar. Semoga bermanfaat~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s