Entahlah


Langit makin gelap. Awan mendung. Orang-orang bergegas masuk ke dalam rumah. Aku memilih untuk keluar. Berjalan tanpa tujuan.

Setetes, dua tetes. Alhamdulillah hujan turun juga. Kudengar seorang anak berteriak “Bocor! Tolong ambilkan baskom!”. Bagus… Mereka mulai sibuk.

Dijalanan air mulai menggenang. Namun kurasa tidak akan banjir. Kalau banjirpun juga tidak mengapa. Sama saja.

“Bug!!”

Suara keras apa lagi itu? Kumenoleh dengan malas ke arah rumah bertingkat dua, dengan kaca jendela sedikit terbuka. Seorang wanita cantik menangis. Sambil duduk. Aku tidak bisa mendengar jelas suara tangisnya. Tapi badannya yang bergetar hebat, mukanya yang memerah. Sudah cukup.

Sekarang petir mulai menyambar. Kumohon, biarkan aku berjalan barang sebentar.

“Dek, hujan dek!”

Hm… Ternyata ada yang peduli.

“Sini sini cepat!”

Aku hargai ajakan itu. Tapi maaf, sekarang sedang tidak ingin. Aku berlari secepat mungkin. Ah… sebal. Aku kan sedang ingin berjalan.

Sedikit terengah. Bajuku juga berat karena basah. Anak kecil itu tersenyum-senyum melihatku. Dekil, kurus, gambar di bajunya juga sudah tidak jelas. Roknya pendek. Kapan-kapan kubelikan yang lebih panjang.

“Kenapa, hah?”

“Kakak, sedang apa?”

“Jalan-jalan saja…

Kamu baik-baik ya..”

##

Setiap wanita harus kuat. Itu yang diajarkan oleh Ibuku. Beliau memang tidak mengatakannya. Tapi aku tahu… sangat tahu… bahwa beliau benar-benar kuat.

Sekarang aku merasa gagal. Aku tak kuat dizalimi seperti ini lagi. Sialnya, perempuan itu melihatku dari luar rumah. Ah nak… seharusnya kau tak melihatnya. Kau masih muda.

Aku masih punya Tuhan. Yang aku percaya akan selalu melindungiku. Lelaki itu sedang dihinggapi banyak iblis. Lelaki yang dulu aku mencintainya dengan sepenuh hati. Asal kau tahu, bila ibuku masih ada, mungkin beliau akan menasehatiku untuk terus berbakti pada dia, yang telah menyakitiku. Karena dia menjadi penting agar aku bisa masuk surga.

##

Kakak itu aneh. Hujan-hujanan di jalanan. Lari-larian. Menyuruhku untuk baik-baik. Namun… rasanya dia baik. Tapi galak. Huft… dingin sekali malam ini. Lapar…