Almost Twenty


Ada seorang bapak yang sedang berjalan bersama anak lelakinya, bersama mereka turut serta pula seekor keledai ketika mereka melewati sekelompok orang
terdengar oleh mereka ada yang berkata “Sungguh bodoh bapak itu mempunyai
keledai tapi tidak di tunggangi”mendengar komentar itu,sang bapak lantas menyuruh anaknya untuk menaiki keledai tersebut,sedangkan sang bapak berjalaan di sampingnya.

Mereka pun berjalan kembali,ketika tiba di tengah sekelompok orang mereka pun
mendengar salah satu dari orang tersebut berkata”Anak tidak punya sopan
santun,dia naik keledai sementara sang bapak berjalan”mendengar hal itu sang
bapak meminta agar sang anak turun dari keledai,dan berkata pada anaknya “nak
sekarang yang naik keledai bapak ya,kamu yang berjalan”

Mereka pun lalu melanjutkan perjalanan, hingga tiba di tengah sekelompok orang
dan mendengar komentar yang di ucapkan oleh salah satu dari orang tersebut ”wah…. sungguh bapak tidak punya rasa kasihan dia menaiki keledai sementara sang anak di suruhnya berjalan”.demi mendengar hal tersebut sang bapak turun, dan berunding dengan anaknya “ya sudah sekarang mari kita naiki saja keledai ini bersama-sama”

Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dengan menaiki keledai
tersebut bersama-sama,tentu saja keledai itu berjalan terseok-seok demi menahan beban yang demikian berat.

Sampailah mereka di sebuah pasar,mereka terkejut karena menyaksikan orang-orang di sana menatap dengan rasa heran pada mereka,terdengar oleh mereka ada yang berbisik “sungguh bapak dan anak yang tidak punya rasa belas kasihan keledai sekecil itu dinaiki oleh dua orang!”terkejut oleh komentar seperti itu mereka lalu memutuskan untuk memikul si keledai dan “ha…ha…ha…keledai masih hidup…dan sehat kok di pikul?seperti kurang kerjaan”. timpal orang yang lain.

==

Cerita diatas seakan menyadarkan saya bahwa kita memang tidak bisa menyenangkan semua orang. Ada prinsip hidup yang harus dipegang dan dipertahankan. Dan, di usia saya yang akan bertambah tua (tidaakk😛 ), saya belajar untuk memahami orang lain, menerima kekurangan orang lain. Dan… masih banyak lagi sebenarnya yang ingin ditulis. Nanti malah jadinya curhat ~_~ Pokoknya harus tetap semangat dalam menghadapi kehidupan yang kadang tak menentu. Setiap orang memiliki kisahnya masing-masing.

Lihat segalanya, lebih dekat… Dan kau akan mengerti🙂

5 thoughts on “Almost Twenty

  1. Benar nduk,memang kita tak bisa memuaskan semua orang, but ” choirunnas anfauhum linnas “, sebaik-baikmanusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

    Mari kita terus berusaha untuk meningkatkan kualitas amal ibadah kita agar kehadiran kita dimuka bumi ini bermanfaat bagi sesama.
    Amin

    Terima kasih atas artikelnya yang sarat makna dan hikmah.

    salam hangat dari Surabaya

    terima kasih pakde… salam hangat dari jakarta

  2. Alm0st twenty?
    Me alm0st tweNty oNE..

    S0al cerita diatas..
    Hm, menjadi seperti apa yang semua orang inginkan memang bikin pusing, kita t0h cuma manusia biasa. Ada kata bijak yang bilang, kita justru sering gK Bahagia karena berusaha menyenangkan semua orang.. ^^ *ngelantUR

    wah mbakyu beda setahun ya sama akyu🙂

  3. yupskie.. betul.. tidak semua cara bahkan urusan yang menjadi hak kita sendiri akan menyenangkan setiap orang..😀
    met milad dida..🙂

    yap..😀 aku nanti mbak miladnya, oktober ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s