Lebaran ala Betawi


Dari apa yang saya dapat di bangku kuliah (dari bangku aja bisa dapat sesuatu😛 ), pengertian budaya adalah sesuatu yang manusia lakukan dari bangun pagi hingga tidur lagi. Jadi, kegiatan kita sehari-hari bisa disebut sebagai budaya. Nah, apa aja sih budaya atau ciri khas masyarakat betawi dalam berlebaran? Ini hanya pengamatan saya saja selama bertahun-tahun (kesannya lama banget yak ^^) berlebaran di Jakarta dalam lingkup keluarga betawi.
Makanan
Ketupat, semur daging, opor ayam, sayur godok merupakan makanan berat yang biasanya disajikan (dalam lingkup keluarga saya, karena setiap keluarga pasti menyajikannya berbeda). Makanan lain seperti kolang-kaling (kebanyakan warnanya merah), dodol, tape uli juga menjadi ciri khas. Lainnya ada kembang goyang, kacang goreng atau kacang telur. Sisanya snack-snack yang biasa dijual di supermarket. Moga-moga makanan khas tradisional tidak tergusur oleh snack-snack supermarket. Dan, jagalah pandangan anda dari makanan yang beranekarragam tersebut😀 Bisa sakit perut kalau kebanyakan makan😀 #pengalaman
Silaturahmi
Kata mama saya lebarannya orang betawi biasanya sebulan. Ngiter kesana-kemari nggak ada matinye😛 Hari pertama saling berkunjung ke tetangga dan keluarga dekat. Esoknya ke rumah yang agak jauh. Maaf-maafan, saling mendoakan biar panjang umur, murah rezeki, dsb. Uniknya, meskipun kita udah dikunjungi suatu keluarga kerabat, kurang afdol rasanya kalau belum mengunjungi balik keluarga tersebut. Agak merepotkan sih sepertinya, tapi itulah tradisi😀 Jangan lupa bawa makanan jika sedang berkunjung.
Salam Tempel
Bagi anak-anak lebaran merupakan saat dimana kantong-kantong menjadi tebal. Biasanya yang lebih tua memberi kepada yang lebih muda. Giranglah hati mereka. Sekedar info, meski sudah menjadi mahasiswa saya masih dapet lho.. hho…
Biasanya orang betawi tinggalnya dekat-dekat. Sekarang karena katanya zaman udah modern jadi mencar-mencar dan tinggal dengan masyarakat yang beraneka ragam. Mau nggak mau tradisi (mungkin) sedikit terlupakan.
Lainnya bisa teman-teman baca di blog abah alwi😉 So.. Bagaimana suasana berlebaran kalian?

5 thoughts on “Lebaran ala Betawi

  1. setelah rutin mudik ke kledoan di sleman jogja (setelah meninggalnya alm kakek) ok jadi ga pernah kebagian salam tempel lagi hiks…di kledoan ga ada kebiasaan salam tempel kaya gitu ^^ tapi bisa makan cemilan sepuasnya hihihihi…
    sekalian ok mau ucapin minal aidzin wal faidzin mohon u/dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya u/kesalahan yang telah ok perbuat baik ucapan dalam komen maupun tingkah laku dalam bersilaturahmi-happy idul fitri 1431H🙂

  2. Pingback: Lebaran Sunda vs Lebaran Betawi « Diary Hujan ™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s