Semester Pendek, Tabungan Skripsi & Tabungan Haji


Mudah-mudahan judulnya gak bikin bingung karena kepanjangan ^^ Mari kita bahas satu persatu mengenai SP (Semester Pendek), Tabungan Skripsi dan Tabungan Haji.

Semester Pendek (SP)

Akhirnya setelah berkonsultasi dengan diri sendiri dan mama sendiri (iyalah… masa mau sama mama orang lain😛 ), saya putuskan untuk mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia pada semester ini, dimana teman-teman yang lain menjadikan Bahasa Indonesia untuk SP.

Sebenarnya apa alasan kalian wahai mahasiswa mengambil SP? Yang saya tahu, alasan tersebut antara lain untuk memperbaiki nilai yang kurang bagus, untuk mengisi waktu liburan agar lebih bermanfaat sekaligus bisa mempercepat waktu untuk lulus.

Nah, mari kita fokus ke bagian cepat lulus kuliah berkat SP.

Kalau mau jujur, salah satu alasan saya kuliah ya untuk mengikuti “hukum alam”. Masyarakat dewasa ini (termasuk saya didalamnya) masih melihat gelar. Pun di banyak kesempatan, orang-orang bergelar juga memiliki pilihan yang lebih. Mau bekerja, syarat harus S1 dulu. Padahal (siapa tahu) yang tidak bergelar justru lebih kompeten dalam berkarya dan bekerja.

SP bisa mempercepat waktu kuliah oleh karena itu bisa cepat mencari kerja atau membuka lapangan kerja. Tidak ada yang salah memang kalau dilihat. Namun ada sesuatu yang perlu diperhatikan, yaitu proses perkuliahan menjadi lebih cepat.

Zaman yang menuntut serba cepat membuat beberapa mahasiswa juga ingin lulus cepat-cepat😀 Urusan proses dalam kuliah, yang sebenarnya menjadi perhatian jadi semakin terlupakan. Saya juga baru disadarkan bahwa proses itu juga penting (malah lebih mungkin) dari tulisan yang bagus ini (monggo dibaca).

Tabungan Skripsi & Tabungan Haji

Kalau yang ini, pesan dari mama saya untuk membuat tabungan. Karena katanya skripsi membutuhkan dana yang tidak sedikit apalagi haji😀 Tapi selama ada Allah yang Maha Pengasih, harus tetep optimis😀 #semangat

5 thoughts on “Semester Pendek, Tabungan Skripsi & Tabungan Haji

  1. wah…wah…mau ngasi komen soal SP nih dida, soalnya aq kmaren juga ikut SP..boleh g?

    emang sih, dengan SP proses perkuliahan jadi lebih cepat, dah terkesan proses pembelajarannya jadi terburu2..

    tapi..SP yang kemarin aku rasain beda..aq ikut SP agama2 sama ISBD,entah karena dosennya yang bsa banget bkin pembelajaran menarik, aq malah ngerasa nyantol banget ilmunya pas ikut SP.

    Walaupun cuma sebulan belajar tapi banyak banget yang aku dapetin, dan aku puas,ilmu dan nilai berbanding lurus.

    Jadi, kalo menurut aq, sesingkat apapun proses pembelajaran di kelas, itu semua tergantung si pendidik ngebawainnya. Gimana cara bikin si peserta didik itu enjoy dalam belajar..itu sih menurut aq..

    Malahan ada juga beberapa matkul yang udah satu sem dijalanin tapi tetep aja g ngerti, walaupun prosesnya udah berjalan lama, dan cuma sekedar dapetin nilai aja..

    Kalau aq sih masih percaya kalo guru tuh tetep ja berperan penting dalam pembelajaran(walaupun skrang dah student center),yaitu sebagai motivator dan fasilitator buat anak muridnya..

    gitu…sorry ya kebanyakan komen..heheheh

  2. wuah, tadi di awal membaca jurnal ini sempat berfikir, apa hubungan antara SP, tabungan skripsi dan tabungan haji?:) ternyata…
    moga semuanya dimudahkan mbak dida..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s