Black Beauty


Kalau ingat kuda, yang ada dipikiran saya adalah: masa kecil, delman, dan gagah.

Masih ingat ketika itu, beberapa tahun yang lalu di kebun teh, puncak. Kuda-kuda berjajar untuk disewakan. Saya naik dengan girang meski sedikit takut. Tentu saja ada mas-mas yang menjaga waktu berkuda. Kuda itu hebat, dan terlihat gagah. Bagaimana tidak? Seekor kuda yang ditarik pak kusir saja (delman) bisa mengangkut lebih dari satu anak berkeliling komplek perumahan. Di Ragunan sampai Monas, seekor kuda masih bisa ditemui dan disewakan untuk mengangkut wisatawan berjalan-jalan.

Dibalik kegagahannya, kuda tetaplah kuda. Pernahkah melihat kuda yang ditarik pak kusir lalu mulutnya berbusa (mengelurkan banyak air liur) saat menarik delman? Dulu saya menganggap hal itu wajar, bahkan cenderung menyalahkan si kuda karena ia jorok sekali sampai liurnya kemana-mana. Ternyata, kawan, itu merupakan pertanda bahwa si kuda sudah sangat kelelahan.

Novel Black Beauty yang dikarang oleh Anna Sewell merupakan novel tentang kehidupan kuda yang telah diadaptasi menjadi film dan serial televisi. Penulisnya mengalami kecelakaan saat masih remaja sehingga kakinya pincang dan kudalah yang membantu mobilitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Dari novel inilah sedikit banyak informasi mengenai dunia kuda saya dapat.

Intinya bukan hanya mengenai kuda, tetapi bagaimana manusia memperlakukan makhluk Allah lainnya secara baik. Dengan setting di Inggris pada masa lalu, novel terbitan Orange Books ini akan membawa pembaca mengenal budaya masyarakat setempat serta memberi wawasan baru mengenai kuda.

3 thoughts on “Black Beauty

  1. Bagus ya, da??
    Genrenya apah?? Drama gitu?? Pengen bacaaa..
    Kayanya dida banyak banget bukubuku bagus~ >__<

    ini novel klasik banget ^^ um.. iya kayaknya drama (sebenarnya gak tau -.- )

  2. Duh, senang banget. Ternyata ada yang suka Black Beauty terjemahanku. Terima kasih banyak yah, Dida. Black Beauty salah satu buku – dan film – favoritku sejak kecil. Ketika dapat tawaran menerjemahkannya rasanya seperti ‘ketiban durian runtuh’. Terima kasih juga buat Miyo. Aku juga bangga punya adik sepertimu di FLP, dek. Salam kenal buat Dida. Selamat membaca buku-buku klasik yang menghangatkan hati🙂

    waahhh… senangnya dikunjungi mbak Nadiah🙂 salam kenal ya mbak, terima kasih sudah mampir kemari🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s