Belajar Menyunting


Jadi ceritanya begini. Harusnya pagi ini saya ikutan pergi bersama keluarga ke Garut. Tapi, tante Tati dengan baiknya menawarkan untuk ikut pelatihan editing tulisan gratis. Sempat bingung untuk sementara waktu, namun namanya kesempatan jarang datang dua kali, maka saya pilih pelatihan itu.

Ini merupakan kali kedua ikut pelatihan menulis yang diadakan oleh tante Tati. Cerita tentang yang pertama sila lihat disini.

Biasanya no picture=hoax. Maaf ya agan-agan, HP saya cuma bisa sms dan telepon. Tak ada kamera😛 Terpaksa ambil gambar dari mbah gugel.

Saat kursus ternyata wanita disamping saya adalah seorang penulis, yaitu Mbak Syamsa Hawa. Kawan pernah mendengar namanya? Kalau suka baca majalah Annida pastinya tau. Disamping lagi adalah Mbak Anni dari majalah Ummi. Ternyata banyak peserta dari utusan majalah. Rasanya saya peserta termuda disana. Tapi Alhamdulillah banget bisa bertemu orang-orang yang ahli dibidangnya.

Pembicara dalam pelatihan itu antara lain pak Damhuri Muhammad, pak Agoeng Widyatmoko, tante Tati sendiri dan seharusnya ada pak Edy Zaqeus, namun beliau berhalangan datang.

Tentang Menyunting (Editing)

Tradisi menyunting di setiap media ternyata berbeda. Bahkan di Indonesia sendiri tidak ada standar baku dalam menyunting. Sekolah menyunting pun belum ada ^^ Dan.. menyunting bukanlah hal mudah, karena menyunting tak sekadar gunting-menggunting kata, frasa, dan kalimat agar tampak mentereng. Masih banyak hal lain yang harus diperhatikan seperti orisinalitas, validitas, otentisitas, signifikansi dan relevansi sebuah gagasan yang akan dituang dalam sebuah tulisan.

Jadikan kamus besar bahasa Indonesia dan tesaurus sebagai sahabat. Seorang editor tidak bisa lepas dari “kitab suci” tersebut. Lalu, pak Agoeng mengajarkan teknik menulis cepat untuk mengatasi writer’s block. Cara yang menarik untuk menghadapi kebuntuan menulis, yaitu dengan melepaskan semua pengetahuan yang ada di kepala. Paksakan mengeluarkan kata-kata. Namun kegiatan ini diberi waktu untuk menimbulkan keadaan terdesak. Keadaan inilah yang akan mengeluarkan “The Power of Kepepet”. Kadang kalau kepepet, ssuatu yang terpendam bisa keluar begitu saja.

Masih banyak lagi ilmu yang saya dapat dari pelatihan ini. Sebelum ngedit pastinya saya masih harus banyak belajar nulis. Terima kasih banyak sekali lagi untuk tante Tati. Sukses selalu ya tante😉

2 thoughts on “Belajar Menyunting

  1. Didaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~

    ituh GRATISS?? –> mata langsung melek
    kok aku ga dikabar-kabariiiiinn?? TTwTT
    emang tempaya di citiwalk?? deket duung, tinggal ngesot..

    iya pare, gratisnya buat aku doang TTwTT yang lain harus bayar 300rb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s