Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan


“Negara yang hidup meminjam pasti menjadi hamba peminjam.” (Uraian Mendadak, Yogyakarta, 7 November 1948).

“Mengajari anak-anak Indonesia saya anggap pekerjaan tersuci dan terpenting.” (Dari Penjara ke Penjara Jilid I, 1948).

Kalimat-kalimat diatas tertera dalam buku Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan. Nama lelaki yang menguasai delapan bahasa ini sebelumnya belum akrab di telinga saya, sampai akhirnya buku ini sampai di pangkuan dan memberi banyak informasi mengenai sosok beliau. Kehidupan “macan” dari lembah Suliki, Sumatera Barat ini berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya. Buku ini bernuansa politik, suatu hal yang agak saya hindari sebenarnya. Tapi ambil manfaatnya dari sisi yang lain aja ^-^v

 

3 thoughts on “Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan

  1. Berkunjung Dida…

    lama tak mampir, sekedar mengucapkan Assalamualaikum…🙂

    waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Mbak Mila🙂

  2. Saya juga paling gak nyaman kalau mbaca ttg politik, Mbak. Tapi tetap seneng setiap ada bacaan tentang biografi para pendahulu kita yang tahan banting dan gigih membuat RI ini ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s