Biaya Kuliah


Hari ini, saat sedang asyik memandangi pesawat terbang di langit senja, ibu-ibu berkerudung merah jambu duduk disebelahku. Kami sama-sama sedang menunggu jemputan di halte busway koridor enam. Kulemparkan senyum padanya, dan mulai sedikit berbasa-basi.

“Nunggu jemputan Bu?”

Dari satu pertanyaan itu, jadilah kami mengobrol bersama. Si ibu bertanya kuliahku dimana, tinggal dimana. Sampai pada cerita mengenai anak sang ibu, yang sekarang kelas 3 SMK. Rencananya setelah lulus UAN, ia akan melanjutkan belajar di universitas swasta di bilangan Jakarta Barat.

“Seharusnya sekarang udah daftar ulang. Disana butuh 14” kata si ibu.

“14 juta?” tanyaku lagi.

“Ya..”

“Wah, kalau saya kuliah satu semester lima ratus ribu” jelasku. Dalam benak aku menambahkan, “belum lagi dapet beasiswa”.

Si ibu seakan tidak percaya. Raut wajahnya bilang begitu. Dalam hati aku jadi bersyukur. Dosenku bilang mengapa biaya kuliahnya bisa terbilang murah karena sudah dibantu oleh pemerintah. Kalau begitu aku harus cepat-cepat lulus biar gak membebani negara ya..😀 #semangat!

Tapi berbeda hal dengan teman-teman yang masuk melalu jalur mandiri atau istilahnya non reguler, mereka harus membayar lima kali lipat. I don’t know why it should be..

Ketika Sausan, adik yang menjemput datang, aku pamit pulang. Terima kasih atas waktunya, ibu..

 

 

4 thoughts on “Biaya Kuliah

  1. Kalau di kampus saya, saya lulus setahun lalu, SPP 650 ribu, soalnya masih negeri..
    Tapi saya enggak dapet beasiswa, lha wong saya enggak pinter-pinter banget..

    saya juga ga pinter-pinter banget..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s