Pantai


Siang itu, seorang gadis berada di pinggir pantai. Berteduh ia dibawah pohon kelapa. Dibawanya pulpen dan buku tulis. Padahal panas, namun enggan rasanya beranjak. Suara ombak menemaninya mencari rasa. Menulis apa yang perlu. Siapa tahu, hari ini adalah kali terakhir singgah di dunia.

Gadis itu sudah agak tenang hatinya. Berkat kejadian kemarin-kemarin yang menimpa. Sudah tak ada lagi ambisi. Yang ada adalah mencari senyuman, dari jiwa yang tenang.

Mencoba hidup sederhana, mungkin itu inginnya. Lari dari kebisingan. Menghindari kotak bernama televisi. Mematikan alat komunikasi. Menjauhi radio. Mencoba melihat, bertindak, dari sesuatu yang dekat. Menjauhi angan panjang yang melelahkan.

Laut yang tak ada ujung. Sinar yang bikin silau. Sang gadis mulai kegerahan. Ia bangkit, berjalan sedikit-sedikit. Mencuri angin yang semilir. Beginilah cara baru menghabiskan waktu.

Bilamana esok hari dua mata masih terbuka, inginnya dia ke pantai lagi. Tetapi pagi, tidak siang hari.

9 thoughts on “Pantai

  1. salam kenal mbak dida.. ^_^
    sungguh pantai memiliki aura tersendiri yang mampu menghibur manusia yang sedang kelelahan menjalani ujian hidup di dunia..
    ombak yang bergulung-gulung, pemancing ikan yang sekuat tenaga melemparkan mata kailnya, para jingking yang berkejaran tanpa beban..
    semua itu membuat pikiran menjadi lebih bernyawa daripada sebelumnya..
    mentadabburi kebesaran ciptaan Allah membuat diri semakin yakin bahwa Allah tidak butuh kita, tapi kitalah yang butuh Allah..
    Keep posting! Semoga tetap istiqomah ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s