Taman


Sang gadis sudah sedari tadi mempersiapkan diri. Ini hari minggu, hari untuk membuat diri senang. Beberapa selang setelah perjalanan, tibalah ia di taman. Dicarinya kursi yang tidak terlalu tersinari cahaya matahari. Karena tak pandai cakap Melayu, dia senyum-senyum saja bila ditanya. Bila bahasa menjadi kendala, gerakan tubuh dia jadikan andalan.

Pandangannya lalu lurus ke depan. Ada seorang ayah yang menemani puterinya main ayunan. Cukup sabar si ayah meladeni puterinya punya permintaan. Kadang si puteri minta didorong agak keras agar awan bisa digenggam, lainnya lagi minta pelan-pelan.

Anak laki lebih suka lari-lari. Yang perempuan main sepedaan. Sang gadis mulai kehausan, padahal ia tidak berkegiatan yang bikin keringatan. Oh, mungkin karena lamanya perjalanan. Dicarinya air keran. Agak canggung ia membungkukkan badan, membuka mulut lalu membiarkan air masuk melewati kerongkongan.

“Ah.. segar!” gumamnya kemudian.

2 thoughts on “Taman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s