Refleksi Ramadhan Tahun 2011


Ramadhan tahun lalu, ada banyak pelajaran yang bisa kuambil. Salah satunya mengenai kesabaran. Sabar dalam menghadapi kehidupan yang serba tak terduga. Bertahan dalam keadaan yang tidak memungkinkan, dan seakan-akan menenggelamkan semua harapan. Dan sosok yang berperan besar dalam mengajarkan rasa sabar ini adalah: mama.

Ramadhan tahun ini, entah kenapa banyak didominasi berita mengenai kematian. Kematian nenek muti, orang tua si A, B, dan C. Setiap membuka facebook atau twitter, ada saja berita mengenai “pulangnya” orang-orang tercinta. Membuatku terdiam beberapa saat.

Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kematian itu sendiri unik, karena setiap makhluk tak tahu kapan dirinya akan “dipanggil”. Bisa esok, lusa, atau waktu yang tak disangka-sangka.

2 thoughts on “Refleksi Ramadhan Tahun 2011

  1. Wow, memang kematian gak bisa diduga…

    waktu (alm.) ibu saya wafat, dua jam sebelumnya masih senyum-senyum aja ketemu saya.
    seketika aja udah ‘dipanggil’

    lain halnya dengan rekan saya, setelah main futsal langsung meninggal. entah kecapean atau kenapa. Yang jelas Allah lebih sayang kepada mereka :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s