An Eid ul-Fitr to Remember


Rasanya baru kemarin malam mendengar takbiran, sekarang ramadhan sudah berjalan meninggalkan. Ada pesan dan kesan yang telah ia sampaikan.

Tak berapa lama ketika hati dibawa untuk senang-senang saat lebaran, berita kematian datang. Lagi dan lagi. Kali ini agak gaduh, karena terkait tentang istri dari seorang penyanyi dangdut terkenal.

Maka kembalilah ia menghadapNya. Sungguh tak terduga ya… skenarioNya.

Sungguhpun begitu, alhamdulillah saya masih diberi kesempatan merayakan lebaran. Bertemu sanak saudara. Berkeliling ke rumah tetangga, meski hanya sekitar lima  sampai 10 menit untuk sebuah kunjungan, makan kue kering dan kolang-kaling, memerhatikan lukisan tokoh Betawi yang disegani (yang hampir ada disetiap rumah dan dipajang di ruang tamu). Serta memerhatikan waktu yang terus berlalu.

This slideshow requires JavaScript.

Ada sanak saudara yang “pergi”, ada yang “datang” mengisi relung hati. Yang lalu akan menjadi sejarah. Maka buatlah cerita yang bagus, biar enak dibaca anak cucu nanti. Hehe..😀

11 thoughts on “An Eid ul-Fitr to Remember

  1. Saya Irfan Handi beserta keluarga mengucapkan

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H.

    “MINAL AIDIN WALFAIZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.”

  2. Mohon menasihati,

    Jangan mengantung gambar manusia di dalam rumah, walaupun itu adalah gambar ulama kerana Nabi Muhammad juga mencegah umatnya melukis gambarnya manakan lagi mengantung gambar nya.

    Orang beriman perlu mencegah perkara makruh, supaya orang kebiasaan mecegah perkara haram. (Hasan Al Banna)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s