Twitter Things


Dulu saya suka bertanya-tanya kepada teman yang memprotect akun twitternya. Kenapa harus di protect? Kan tweet mereka jadi susah di retweet. Kenapa di protect? Kan orang lain jadi nggak bisa membaca tweet mereka, apalagi kalau kebetulan isi tweetnya sedang bagus.

Mereka yang melakukan proteksi, sepanjang dua tahun ini saya bertwitteran, juga kebanyakan wanita. Jarang kalau laki-laki yang melakukannya. Biasanya laki-laki lebih memilih menjadi anonim. Maksudnya, memakai nama atau identitas samaran tanpa harus memproteksi diri.

Lalu ada apa sih dengan hal proteksi ini?

Well, akhirnya saya juga melakukannya kawan. Bukan tanpa sebab, pastinya. Belakangan ini baru sadar mengenai stalking behavior. Bahasa Jermannya itu.. ngintip lah ya. Jika kita tidak memproteksi akun twitter, berarti orang lain (even strangers from all over the world) dapat membaca tweet kita dengan leluasa.

Adakah yang salah dengan hal itu? Tentu tidak, bila kita bertwitteran dengan bijaksana. Dunia twitter itu dunia pencitraan. You’re what you tweet. Kalau masih labil seperti saya, mungkin tweet-tweet yang muncul ya yang begitu-begitu saja. Mau ngetweet kata-kata motivasi? Hey, sudah banyak yang melakukan itu. Serahkan pada ahlinya: Mario Teguh. Super sekali.. hehehe.

Lagipula ketika memposting sebuah tweet, ada kalanya kita menunggu respon orang lain (di-mention). Mengaku sajalah, lebih enak di mention daripada didiamkan begitu saja kan? Dan ini terkadang menghabiskan waktu. Seperti ada kewajiban untuk membuka twitter, lagi dan lagi.

Bertwitteran mungkin akan menunjukkan bahwa kita ada. Eksis. Tapi tidak bertwitteran juga menunjukkan kalau kita ada, di kehidupan yang sebenarnya.

4 thoughts on “Twitter Things

  1. hmmm… begitu ya…. hehe jadi harus banyak belajar neh…. karena saya bertwitteran hanya buka nulis begitu saja, belum begitu paham seh, kasihan deh gue, hehe…. thx ya…. jadi pengen belajar lebih banyak ttg twitter jadinya.

  2. yah walaupun fi ga ngerti2 bnget (jarang banget buka twitter), semoga baik ka..
    proteksi itu caranya gimana ya? *tapi ga ada yang mau diproteksi -.- twitter saya ga ada isinya,, hehe..

  3. mengenai “stalking behavior” juga saya alami sendiri karena penasaran pada sesuatu atau seseorang *confession:mrgreen:
    biasanya lebih u/ mengetahui latar belakang seseorang kenapa kok mengeluarkan statement² yg bikin saya penasaran (investugational minded)😀
    kalau untuk tujuan twitter-an sendiri, saya melakukannya untuk berkomunikasi dengan siapapun. karena media seperti facebook dan blog kurang direct dalam menyampaikan pesan yang butuh tanggapan cepat, saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s