Keadilan Langit


“Pak, saya boleh ganti bukunya nggak Pak?” pintaku saat itu.

“Memang kamu sudah baca buku itu?” pak dosen malah balik bertanya.

“Belum Pak..”

“Yasudah, dibaca dulu!”

Pasrah saja. Akhirnya buku berjudul “Keadilan Langit: Kisah Tragis Orang-orang Dzalim” buah karya staf jenderal Mahmud Syit Khitab harus segera kulahap. Lalu, membuat ringkasan buku itu adalah tugas selanjutnya. Melihat judul dan cover bukunya sudah membuatku sedikit bergidik, ini pasti buku “berat”! Tapi entah kenapa, padahal buku itu diberikan secara acak, namun sampai juga dihadapanku. Baiklah buku “berat”, sini kau kusikat!

Terasa sekali aura ketegasan dalam buku ini. Bisa dilihat dari gaya bahasanya. Sebagai contoh, sebuah paragraf dalam suatu bab:

Pokoknya, ia remaja modern dengan seabrek keburukan dan kebaikan pas-pasan. Akalnya kosong dari ajaran agama, koceknya tebal, dan punya waktu luang. Ia telah belajar bahwa diantara tuntutan kehidupan modern ialah membuang nilai-nilai suci dan menyukai perilaku tercela. Jika tidak begitu, ia ketinggalan kereta peradaban dan dicap kuno.

Bila manusia bisa berbuat tidak adil, ingatlah bahwa Allah Maha Adil. Kebaikan akan berbalas dengan kebaikan, begitu juga jika melakukan keburukan. Buku ini berangkat dari keprihatinan penulis akan maraknya buku-buku novel dan kumpulan cerpen yang menjual kisah-kisah sensual serta merusak akhlak. Semua kisah dalam buku ini adalah nyata dan mayoritas mengingatkan tentang kematian. Lagi-lagi seperti diingatkan mengenai kematian. Hm…

4 thoughts on “Keadilan Langit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s