Garis Batas


Kalau sudah membaca  Selimut Debu, kawan akan lebih nyambung membaca buku ini. Garis Batas berisi kisah perjalanan Agustinus Wibowo menjelajahi negeri-negeri di Asia Tengah yang terlupakan. Pernahkah mendengar kata Turkmenistan? Tajikistan? Dan negeri berakhiran “stan” lainnya? Mungkin pernah. Namun, sebenarnya ada apa dibalik negara-negara tersebut?

Garis Batas. Dengan adanya perbatasan, maka muncullah negara-negara. Muncul kebanggaan, arogansi, budaya, bahkan keimanan. Cukup lama saya merenungi isi buku ini. Sang penulis lebih terbuka untuk memberi tahu jati dirinya dibandingkan di buku yang pertama.

Meski banyak nama, serta istilah-istilah dalam buku ini yang terdengar asing di telinga, meski terbawa dengan atmosfer kesuraman saat membacanya, meski ada hal yang mengganjal terkait doktrin dan bagaimana suatu kepercayaan bisa tumbuh, secara tulus saya ingin mengucapkan terima kasih kepada sang penulis🙂 Karya yang indah untuk merefleksikan diri.

Satu hal yang mudah, namun suka terlupakan dalam kehidupan manusia adalah bersyukur.

6 thoughts on “Garis Batas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s