Kunjungan Kedua Ke Malaysia


Pertama kali aku pergi ke Bukittinggi, itu terjadi pada bulan April (I have a travel journal). Saat itu pula pertama kali mencoba naik pesawat terbang. Secara tak sengaja kunjungan pertama kali ke negara tetangga juga pada bulan April. Dan tahun 2012 kini, Alhamdulillah diberi kesempatan lagi mengunjungi negeri jiran pada bulan yang sama: April🙂

Aku kembali mengunjungi Penang dan Kuala Lumpur. Sayang sekali belum sempat ke Negeri Sembilan. Yang berbeda dari perjalanan sebelumnya adalah, entah kenapa aku diberi banyak nasehat dari orang-orang yang kutemui sepanjang perjalanan. Jadi di buku diary pribadi sudah tercatat petuah-petuah dari orang-orang tersebut.

Baba Hasan, lelaki yang sudah menikah dan memiliki anak menasehatiku untuk tidak syirik (mempersekutukan Allah). Kami bertemu di bus dan bahasa Melayunya susah sekali kumengerti. Namun walaupun sudah kuperingati bahwa “I don’t really understand your languange” tetap saja beliau memberiku petuah disertai pantun. Tidak lupa aku ditraktir sekaleng Milo dingin dan roti tuna pedas. Terima kasih Ba Hasan. Singgahlah ke Jakarta kapan-kapan..

Tak lupa aku bermalam di rumah uncle Nazar di Kajang, Selangor Darul Ehsan. Bertemu Umi (istri uncle Nazar) dan akak Nusaibah yang akan menikah bulan Mei nanti. Dari Umi yang seorang cikgu (guru) beliau berpesan bahwa menjadi seorang wanita yang bekerja ada sisi positif dan negatifnya. Asal bisa pandai mengatur waktu. Aku sedikit banyak dapat merasakan kehidupan keluarga di Malaysia, sekaligus merasakan kehidupan keseharian. Berdesakkan di monorail pada sore hari yang stasiunnya sudah banyak berubah sejak pertama kali kesana tahun 2009.

Bolehkah aku berpendapat bahwa sepintas Malaysia terlihat  lebih Islami? Jalanannya lebar-lebar jadi lebih leluasa kalau mau naik motor. Tapi orang sana lebih suka pakai kereta (mobil). Dan, momen yang paling kusenangi adalah pada saat tiba di surau pada malam hari. Saat itu selepas maghrib ada semacam kultum (ceramah). Tentu saja diberikan dalam bahasa Melayu. Apa yang disampaikan begitu menentramkan. Ah, damainya…

Tapi ya… Tidak selamanya dalam perjalanan merasakan senang-senang saja. Pengalaman yang kurang enak juga ada. Kalau mau beli oleh-oleh, belilah di toko dimana pegawainya orang Indonesia. Dijamin lebih ramah dan bisa dikasih murah, haha.. Tak boleh kututupi bahwa masih ada orang Malaysia yang menganggap orang Indonesia dengan sebelah mata. Karena apa? Tak punya data statistik memang, tapi banyak orang Indonesia yang bekerja sebagai buruh, dsb disana. Jadi ya seperti itu pandangan mereka. Padahal kita bersaudara.

Saat ingin pulang kembali ke Indonesia, mayoritas penumpang yang berada di pesawat adalah mereka yang sudah beranjak tua yang ingin berobat di Penang. Kulihat keluar jendela, awan-awan putih berhamburan. Langit biru menyilaukan. Betapa hebatnya ciptaan Allah. Bila manusia bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa, pasti ada Dzat yang lebih kuasa, pemilik kerajaan langit dan bumi. Terima kasih ya Allah, atas segala nikmat yang telah engkau beri…

6 thoughts on “Kunjungan Kedua Ke Malaysia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s