Dari Sebuah Kontrakan


Di Cikarang, aku bersama lima orang teman (perempuan) mengontrak bangunan kecil di dekat pesantren Daarul Qur’an. Kurang lebih sudah dua bulan berada disana. Yang namanya perempuan, biasanya bermain di area perasaan. Kadang ada yang tersinggung, ada yang ngambek, ah.. akhirnya aku merasakan tinggal bersama teman-teman. Sebagai mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang) yang belum pernah nge-kost, akhirnya merasakan juga hidup bersama teman-teman 24 jam seharian.

Dari kontrakan kecil itu aku belajar… Hm.. belajar apa ya? Belajar memahami orang lain. Belajar berbagi dan belajar untuk mengenal diriku sendiri. Setiap orang diciptakan berbeda-beda. Berbahagialah dengan kelebihan seseorang dan bersabarlah dengan kekurangannya. Namanya manusia, hampir nggak ada yang sempurna.

Pernah aku kesal kepada teman-teman dan memasang tampang “jangan ganggu aku”. Ketika teman yang lain memilih ikut diam, ada yang berusaha mendekatiku dan mengajak bercanda. Kucubit pipinya lalu dia memelukku. Dan… yang terjadi adalah… kekesalan itu hilang sama sekali. Ajaib ya🙂

Pelajaran lain adalah untuk saling menasehati. Ketika sedang kecewa dengan seseorang, jangan ditumpuk rasa kecewa itu. Cari momen yang pas untuk membicarakan masalah. Karena perempuan butuh bicara, kalau laki-laki cukup mendengarkan saja. Oke? Hehe.. ^^

3 thoughts on “Dari Sebuah Kontrakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s