How My Father Teach Me To Be A Girl


Suatu ketika papa menyuruhku untuk mengangkat meja kayu yang cukup berat ke lantai atas. “Berat banget pa..” keluhku saat itu. “Masa begini aja nggak kuat?” kata papa keheranan. Akhirnya kukerahkan seluruh tenaga untuk mengangkat itu meja.

~

Saat menonton acara Mario Teguh di studio Metro TV, papa menyuruhku duduk di bangku depan dan mewanti-wanti agar aku mengajukan pertanyaan ke Pak Mario. “Dida harus berani… Bla.. bla..” kata papa. Aku yang sedang malas untuk masuk tv tidak tertarik untuk menerima usulan tersebut. Ketika papaku disorot kamera karena bertanya, lalu disambut gelak tawa pemirsa karena pertanyaan yang beliau ajukan, aku tersenyum. Kuberitahu orang disampingku… “Itu papaku”.

~

Beberapa hari setelah menabrak kopaja, aku sedang kapok mengendarai motor di Jakarta. Tak lama berselang papa bertanya, “kapan mau belajar motor lagi?”. Sepertinya papa lupa pada biru-biru di tubuhku.

~

Saat SMP, papa menganjurkanku untuk ikut beladiri. “Perempuan harus pandai jaga diri” kata beliau. Akhirnya aku ikut karate meski hanya sampai sabuk biru.

~

Saat SD, aku menangis karena tidak mengerti ketika diajari Matematika oleh beliau. Lalu dimarahi.

~

Yah.. begitulah gaya mendidik papaku ^_^

Terima kasih papa~

4 thoughts on “How My Father Teach Me To Be A Girl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s