Ketika Mama Bekerja


Friday Mubarak ^_^

Kali ini mau bercerita sedikit (bisa jadi banyak sih :p) tentang perempuan yang bekerja dan kaitannya dengan Islam.

Dulu, mamaku adalah seorang ibu rumah tangga yang luar biasa. Ketika pulang sekolah, aku disambutnya, ditanyakan ada PR atau nggak, atau bahkan dimarahi (tergantung situasi/mood mama saat itu). Semua itu membuatku senang. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang. Maksudnya, semua berubah ketika situasi menuntut mama untuk bekerja.

Maka jadilah mama seorang guru.

Awalnya aku senang. Mama senang. Dan semua terlihat baik-baik saja. Tapi lama-kelamaan ada rasa cemburu. Ya, cemburu pada pekerjaan mama itu. Jarak tempat kerja mama yang cukup jauh, membuat waktu beliau di rumah berkurang. Aku ingin ada yang mengingatkan aku dan adik-adikku untuk shalat di awal waktu, ingin hal-hal yang kualami waktu kecil dirasakan juga oleh adik-adikku. Yaitu, mama sering berada di rumah.

Terkadang mama pulang dengan sisa-sisa tenaga. Kalau rumah sedang berantakan, pikirannya tambah capek. Belum lagi tugas-tugas dari sekolah yang harus dikerjakan. Great. Tapi belakangan ini kusudahi kesedihan itu. Ok, mama bekerja. Apa yang bisa kubantu untuk mama? Itu dulu yang jadi fokus🙂

Dalam Islam, sebenarnya perempuan tidak diwajibkan mencari nafkah. Kawan, saking gencarnya “emansipasi”, sampai-sampai aku pernah lupa, benar-benar lupa bahwa perempuan dalam Islam tidak wajib cari nafkah. Bahkan ketika seorang istri berkecukupan dari segi materi sang laki-laki masih wajib memberi nafkah. Berarti, laki-laki muslim saat ini harus lebih kreatif ^^

Meski begitu, bila sang suami meridhoi istrinya bekerja, tidak mengapa. Asal kedua pihak sudah ikhlas (syarat dan ketentuan berlaku). Dan istri bila melihat suaminya butuh dibantu, ya dibantu. #cmiiw

Tapi dari apa yang kuamati, kalau perempuan bekerja ke luar rumah, pasti ada yang harus dikorbankan. Entah waktu di rumah yang berkurang, kurangnya senyuman karena kecapekan, dan sebagainya.

Dan untuk menjadi ibu rumah tangga di masa kini, please be happy, jangan sampai merasa kesepian, sendirian atau terisolasi. Cari teman, cari dukungan. Karena kalau ibu senang, seisi rumah bisa senang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s