Servis Payung

2010 January 2
by dida

Aku sedang menggendong keponakanku, Khalid, di teras rumah. Lalu lewatlah seorang bapak yang beranjak tua menggandeng tas lusuh berwarna biru. Ia memakai topi untuk melindungi rambutnya yang sudah mulai beruban dari panasnya Jakarta di siang hari. “Servis payung…” bapak itu berkata setengah teriak. Disusul dengan perkataan “Botol-botol bekas minyak wangi botol…”. Seketika aku teringat dengan payung hijauku yang sudah rusak. Aku melihat bapak itu mulai menjauh dari pandanganku. Sebelumnya aku pernah mendengar suara bapak itu yang sedang berpromosi kemudian berpikir, “Servis payung? Apakah usaha bapak itu bakal ada yang memakainya? Lalu untuk apa botol-botol bekas minyak wangi itu? Hubungannya apa ya?”. Aku hanya berpikir dan merasa kasihan kalau-kalau bakalan jarang yang menggunakan jasa si bapak.

Namun siang itu tanpa berpikir panjang aku berkata dengan suara agak keras “Bang, berapa servis payungnya?”. Raut wajah bapak itu terlihat senang, lalu berjalan ke arah teras rumah. Entahlah apa ini perasaanku saja yang senang karena sudah memberanikan diri bertanya atau memang bapaknya juga senang karena mendapat pelanggan. “Rusaknya bagaimana dulu?” bapak itu bertanya. Langsung kuambil payung hijau dengan motif bunga-bunga dari dalam kamar. Sesaat setelah kuserahkan payungnya bapak itu dengan cermat mengamati kerusakannya lalu berkata “Lima ribu?”. “Oh… yaudah” aku setuju. Bapak itu lalu duduk sambil mengerjakan pekerjaannya.

Beberapa menit kemudian payung hijauku yang bermotif bunga sudah bisa dipakai lagi. Alhamdulillah… Jadi tidak perlu membeli payung baru di saat musim hujan seperti ini. Aku hanya berpikir dan berharap. Di zaman serba cepat dan kemajuan teknologi sudah semakin pesat, semoga bapak ini bisa meneruskan perjuangannya mencari rezeki dengan cara yang halal.

HANDBOOK 2010

2010 January 1
by dida

It’s a forwarded email. Maybe you want to read?

Health:

1.       Drink plenty of water.

2.       Eat breakfast like a king, lunch like a prince and eat

dinner like a beggar.
3.       Eat more foods that grow on trees and plants and

eat less food that is manufactured in plants.
4.       Live with the 3 E’s — Energy, Enthusiasm and

Empathy
5.       Make time to meditate or pray.
6.       Play more games.
7.       Read more books than you did in 2009.
8.       Sit in silence for at least 10 minutes each day.
9.       Sleep for 7 hours.
10.     Take a 10-30 minutes walk daily. And while you

walk, smile.

Personality:
11.    Don’t compare your life to others. You have no idea

what their journey is all about.
12.    Don’t have negative thoughts or things you cannot

control. Instead invest your energy in the positive

present moment.
13.    Don’t over do. Keep your limits.
14.    Don’t take yourself so seriously. No one else does.
15.    Don’t waste your precious energy on gossip.
16.    Dream more while you are awake
17.    Envy is a waste of time. You already have all you

need..
18.    Forget issues of the past. Don’t remind your partner

with His/her mistakes of the past. That will ruin your

present happiness.
19.    Life is too short to waste time hating anyone. Don’t

hate others.
20.    Make peace with your past so it won’t spoil the

present.
21.    No one is in charge of your happiness except you.
22.    Realize that life is a school and you are here to learn.
Problems are simply part of the curriculum that

appear and fade away like algebra class but the

lessons you learn will last a lifetime.
23.    Smile and laugh more.
24.    You don’t have to win every argument. Agree to

disagree. read more…

01-01-2010

2010 January 1
by dida

The first post in January 2010 :) . 2009 is over, that year is a full of struggle for me. I’ve attended SNMPTN, SIMAK UI, UMB, went to USM , queue patiently in STAN and many. And now, Alhamdulillah, I can continue my study in UNJ majors in educational technology.

I like to make a target, and I will see if I can reach that target in the end of year. Yah… not so often, but it’s a must for me. Some people dislike to make a target. It’s just make us burdened. But not for me. Although I cannot get my target, the function from that target is to make me DO something. Man propose, Allah dispose.

2010 means I’m getting older. And I don’t know when I will die (sounds so scary? :P ). A good preparation is better than without preparation (an advice for myself).

So… Assalamualaikum 2010 ^^. Hope this year will be better than other year.

Tidak Bisa Hidup Tanpa Buku

2009 December 31
by dida

Apakah judulnya terkesan lebay atau berlebihan? Ya… tergantung orang yang menilainya ya :D Tapi saya lagi seneng nih karena habis blogwalking terus ketemu situs ini. Lalu coba-coba ikut lombanya siapa tau dapet Buku Gratis.

Saya senang karena ada orang yang mencintai buku, lalu berusaha menyebarkan virus-virus cintanya kepada orang lain. Okelah kalau begitu…

Sedari kecil saya memang diberi asupan tidak hanya makanan, tetapi juga buku ^^ Papa dan Mama suka baca, suka nulis juga. Jadi tidak heran kalau kebiasaan itu tertular ke anak-anaknya (sekalian promosi: blog papa, kakak, fariha. Mama belum bikin blog tapi suka mengikuti pelatihan kepenulisan yang diadakan Forum Lingkar Pena). Tante saya yang doyan baca juga sedang membantu saya dalam sebuah proyek membuat Pustaka Rusana Makmur, sebuah perpustakaan kecil-kecilan milik keluarga yang namanya diambil dari nama nenek saya. Semoga usaha kecil ini bisa memberi manfaat yang besar. Apalagi kalau dapet buku gratis, lumayan bisa menambah koleksi perpustakaan :) . Tentunya saya juga berusaha menularkan virus cinta buku ini dengan meminjamkan koleksi buku kepada teman di kampus.

Saya ingin tahu bagaimana rasanya dipoligami, maka saya akan mencari tahu dengan membaca buku. Tidak harus merasakannya secara langsung kan? ;)   Pengalaman berharga seseorang bisa kita ambil dari buku. Saya ingin tahu lebih jauh tentang ibunda Khadijah, tentang trik om Bob Sadino dalam mengembangkan bisnisnya, tentang kesehatan, dan itu semua bisa didapat dari sebuah buku.

Walau saat ini memang agak berat tantangannya bagi sebuah buku. Sudah ada e-book, blog, dsb. Tapi tetep aja rasanya berbeda membaca lewat dunia maya dengan membaca lewat dunia nyata. Buku bisa disimpan, dibawa kemana-mana. Kalau baca lewat dunia maya banyak godaannya, salah satunya adalah membaca sambil fb-an. Hahaha… :P Jadi gak konsen kan? (Maaf, bukan pengalaman pribadi)

Sayangnya harga buku masih agak sulit dijangkau. Yah.. tapi dimana ada kemauan, disitu ada jalan kan kawan? Ayo kita biasakan membaca buku, banyak manfaatnya lho! :)

Maumu Apa, Malaysia?

2009 December 30
by dida

Yap.. yap.. Saya memang tertarik dengan hubungan kedua negara ini: Indonesia dan Malaysia. Mengapa negara serumpun ini terlihat bermusuhan? Sampai lahir suatu gebrakan bernama Indonesia Unite? Mengapa begini, mengapa begitu? Akhirnya terbit juga buku yang meringankan beban keingintahuan saya yang berjudul: “Maumu Apa, Malaysia?” Karangan Genuk Ch Lazuardi, seorang warga negara Indonesia yang menetap di Kuala Lumpur.

Sebelumnya saya telah membaca buku berjudul A Children’s History of Malaysia karya Tunku Halim. Kalau buku itu asli dibuat oleh warga negara Malaysia sendiri. Didalamnya berisi sejarah negara Malaysia yang ternyata cikal bakalnya berasal dari sebuah kerajaan di Palembang. Kemudian berkembang dan berkembang hingga sampailah informasi tentang negeri sembilan yang ternyata banyak orang minang yang berada disana, serta informasi lain bisa didapat dari buku itu. Lumayanlah mendapat pengetahuan terlebih dahulu sebelum menerima informasi dari media secara mentah-mentah.

Kembali ke buku MAM (Maumu Apa, Malaysia?). Mungkin bagi orang Indonesia yang tidak suka dengan Malaysia hingga join group di facebook: We Hate Malaysia! atau yang sejenis bisa membaca buku ini. Mungkin juga bagi yang bencinya sudah kelewatan bisa kecewa dengan buku ini. Karena pernyataan tidak selalu sama dilapangan. Buku ini melihat sisi lain dari apa yang diberitakan di Indonesia dengan apa yang diberitakan di Malaysia dengan sudut pandang seorang WNI yang bersuamikan seorang wartawan Antara news dan beliau sendiri seorang jurnalis.

Apakah benar Malaysia menayangkan dengan sengaja tari pendet di iklan Visit Malaysia-nya? Lalu apa hubungannya dengan Discovery Channel? Mengapa rendang yang jelas-jelas makanan asli Indonesia juga diklaim oleh mereka? Juga tentang TKI Indonesia yang dicap 3D (Dirty, Difficult and Dangerous). Hm… kecewa atau marah boleh, dan saya rasa wajar. Namun ada baiknya perasaan kecewa itu dialihkan dengan mencari latar belakangnya, bukan hanya menerima kesimpulannya saja (maaf bagi yang kurang berkenan).

Berlibur Ke Penjara

2009 December 29
by dida

Bulan ini adalah musim liburan. Banyak yang merencanakan untuk pergi ke pantai, puncak, kebun binatang, tapi.. adakah yang merencanakan untuk berlibur ke penjara? ^^

Kawan, saya termasuk orang yang percaya bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu pada hambaNya secara adil. Bahwa Allah telah mempunyai suatu tujuan tertentu yang mungkin oleh hambaNya dipandang buruk, namun ternyata banyak kebaikan didalamnya.

Salah satu puzzle kehidupan saya adalah mempunyai beberapa (beberapa? ya…! karena lebih dari satu) teman yang pernah dijebloskan ke penjara. Saya pun sempat beberapa kali mengunjungi penjara yang ada di Jakarta untuk bertemu mereka. Sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

Ternyata hukum di negeri ini masih… Well, what should I say? Dari obrolan bersama teman maupun sesama pengunjung penjara, bahkan berdasarkan pengamatan sendiri, sepertinya hukum di negeri ini masih perlu terus dilakukan perbaikan.

Saya melihat bahwa narapidana yang mempunyai “rezeki lebih” mempunyai ruang tahanan yang lebih baik daripada napi yang pas-pasan. Ada juga napi yang (berdasarkan perbincangan bersama sesama pengunjung) salah ditangkap. Yap, karena satu dan lain hal, orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara pun bisa kena getahnya. Padahal ia tidak bersalah.

Sedihnya, ternyata masih banyak generasi penerus bangsa yang terlibat narkoba. Mereka datang dari berbagai golongan. Entah untuk alasan apa mereka memakainya. Apakah untuk iseng, agar terlihat keren, coba-coba, atau bentuk perlawanan kepada orangtua (kurang mendapat perhatian).

Tempat para tahanan pun tidak bisa dibilang nyaman. Yaiyalah Da, emang di hotel mau nyaman? Tapi saya berharap pihak yang berwenang lebih memerhatikan masalah ini. Penjara juga tidak selamanya buruk, ada napi yang setelah bebas menjadi lebih baik dan shaleh, meskipun ada juga yang tambah ganas.

Wah, berlibur ke penjara? Ada-ada aja ya ^^ Yah… hanya sekadar ide iseng yang tiba-tiba muncul di tengah hari.

-Bahkan kutemukan cahaya di penjara-

“Assalamualaykum Bu Haji!”

2009 December 25
by dida

Setiap muslimah berjilbab, rasanya pernah mengalami kejadian seperti ini: saat sedang berjalan di tempat umum ada mas-mas entah berantah yang mengucapkan kalimat: “Assalamualaykum Bu Haji!”

Sayapun merasakan hal demikian. Awalnya saya tidak suka, malah bisa marah kalau mood sedang tidak bagus. Rasanya ingin mendoakan hal-hal buruk akan terjadi kepada si mas-mas atau paling banter pasang tampang jutek dan nyuekin aja. Respon si mas-mas nya pun berbeda. Ada yang terus ngedumel sampai saya menjawab, ada yang menyindir dan ada yang (saya rasa) keterlaluan. Selain main keroyokan (sedang kumpul bersama teman-temannya), si mas-mas akan meledek saya. Dan mereka akan tertawa setelahnya. Jantan sekali.

Saya pribadi akan menjawab dengan suara super duper kecil (yang penting dijawab kan ya :P ), atau akan menjawab sampai berada jauh dari mas-mas baru dijawab. Kalau mood sedang bagus ya jawab di tempat :D
Walau katanya mereka mendoakan kita, tapi apakah mendoakan harus terang-terangan diucapkan? :P

Alasan mereka berbuat demikian berbeda. Menurut analisis asal-asalan saya, ada faktor-faktor penyebab tindakan ini terjadi:

1. si mas-mas nyari perhatian
2. si mas-mas nyari perhatian
3. si mas-mas nyari perhatian

Tapi belakangan ini saya sudah lumayan kebal menanggapi kasus tersebut. Kalau mereka mengucapkan kalimat sakti itu entah dengan tujuan apa, saya akan mengamini dalam hati (iyalah… siapa yang tidak mau naik haji?). Dan semoga si mas-mas jika dia seorang muslim bisa naik haji juga ^^

Seminar Budaya Minangkabau

2009 December 22
by dida

Kemarin saya mengikuti seminar mengenai budaya minangkabau yang diselenggarakan oleh KMM (Kumpulan Mahasiswa Minangkabau) UNJ. Sepertinya acara tersebut kurang dipublikasikan, saya aja baru tahu ada seminar itu kemarin, dan acaranya juga dilaksanakan kemarin. Jadinya harus memilih antara mengajar adik-adik untuk les atau mengikuti seminar.

Akhirnya terpilihlah juga si seminar. Karena jarang-jarang ada acara seperti ini. Ternyata acara ini dikhususkan untuk anak-anak rantau yang mencari ilmu di Jakarta, agar tetap mempertahankan keminangannya. Tapi bukan berarti orang lain (non-minang) tidak boleh ikut. Bahasa yang digunakan saat seminar adalah baso (bahasa) minang. Saya yang minang abal-abalan hanya bisa tersenyum saat orang lain sedang tertawa karena memang saya belum mengerti bahasa minang. Sedikit sekali perkataan yang saya mengerti, seperti: disiko (disini), nak (ingin/mau), pitih (uang), cie, duo, tigo, ampe, dll. Wah… amatiran banget ya? :D

Papa saya lahir di Solok namun besar di Jakarta. Menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. Lalu menikah dengan mama yang asli orang Jakarta (Betawi asli). Yasudah.. Jadilah bahasa minang merupakan bahasa yang terdengar asing ditelinga.

For Your Information, orang Sumatra Barat lebih suka dibilang “orang minang” daripada “orang Padang”. Kenapa? Karena tidak semua orang minang berasal dari Padang. Ada yang berasal dari Solok, Bukittinggi, dsb. Etnis minang menganut falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK).

Hal lain yang saya dapat adalah bahwa terdapat banyak suku di minang. Papa berasal dari suku Chaniago, diacara itu terdapat berbagai macam suku. Lalu, ternyata orang dari satu suku tidak boleh menikah dengan sesama suku. Kalau toh hal ini tetap dilakukan, boleh saja… tapi dia tetap menanggung konsekuensinya. Seperti pengendara motor yang tetap menerobos maju walaupun lampu lalu lintas sudah berwarna merah, dia akan menerima akibat perbuatannya seperti diklakson (diberi peringatan) oleh pengendara lain atau hal tidak menyenangkan lainnya.

Sebenarnya, tidak hanya budaya minang, budaya lain juga mengalami tantangan berat akibat pengaruh globalisasi.

“Masuak kakandang kambiang mambebek, namun bapantang awak jadi kambiang” read more…

Mereka Bilang Saya Gila!

2009 December 20
by dida

Sebenarnya sudah cukup lama membaca bukunya. Tapi baru dibahas sekarang :D Ndak apa-apa ya because I just want to write :P

Oke.. Siapa sih yang tidak kenal Bob Sadino? Ada sih… temanku di kampus ^^ Bagi yang belum kenal, om Bob (begitulah saya biasa memanggilnya>>kayak udah kenal gituh) adalah seorang pengusaha “unik” yang berasal dari Indonesia. Mengapa saya bilang “unik”? Yap! Karena om Bob sedikit berbeda dengan pengusaha lain.

Selain penampilannya yang khas (beliau sering mengenakan celana pendek), om Bob memiliki pemikiran yang cukup merubah paradigma saya. Sebelumnya paradigma ini sudah diubah sejak SMP setelah membaca buku “Rich Dad Poor Dad” karangan Robert T. Kiyosaki tentang dunia entrepreneur. Namun kali ini om Bob melengkapinya dengan memberikan “tamparan-tamparan” khas dari beliau.

Pernahkah anda merasakan apa yang anda pelajari di sekolah tidak berguna bagi masa depan anda? Atau sudahkah melihat fakta bahwa banyak “pengangguran berpendidikan” yang bertebaran di negeri ini? Hm… rasanya kok susah ya mencari lapangan pekerjaan? Tapi jangan pernah menyerah, dimana ada kemauan, disitu ada jalan!

Namun ternyata bekerja “saja” tidak cukup. Mari kita menciptakan lapangan pekerjaan, karena gerakan kewiraswastaan adalah salah satu faktor pemicu kebangkitan Indonesia. Bukankah Rasulullah juga berbisnis?

Kembali lagi ke buku ini, kita bisa mendapat ilmu beserta pengalaman, serta melihat sisi lain dari om Bob. Bahwa hidup tidak selamanya indah. I think, it’s worth to read :) Bagi yang sudah baca monggo kasih uneg-unegnya ke saya.

Berhentilah membuat rencana! Melangkah lah! (Bob Sadino)

Related site:

http://bobsadino.com/

Konsep Dasar Kurikulum

2009 December 19
by dida

Pengertian

Latin:

*  Curere= berlari cepat

*  Curriculum= jarak yang harus ditempuh pelari mulai dari start hingga finish

Kamus Webster’s (1857)

  • curriculum= sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas atau mendapatkan ijazah

Robert Zais read more…