Mei

Bismillah, akhirnya nge-blog juga :O

Di bulan Mei ini, alhamdulillah kegiatanku masih menjadi hamba Allah, partner suami, dan mahasiswi yang tengah berjuang menyelesaikan skripsi. Pustaka Rusana Makmur masih berjalan. Buku yang sedang laris dipinjam adalah mengenai pernikahan. Hm… Tema “menikah” di umur 20-an memang biasanya jadi perbincangan. Di jurusan Teknologi Pendidikan UNJ angkatan 2009 sudah ada tiga mahasiswi yang menikah. Alhamdulillah :)

“Rencana kamu apa?” itulah pertanyaan yang sering ditanyakan teman-teman pasca aku menikah. Rencanaku? Hm… Aku memang tipe orang yang suka bikin rencana, bukan tipe yang menjalani hidup dengan mengalir begitu saja. Tapi nggak muluk-muluk juga rencananya, nanti kapan bisa menikmati hidup? :) Jadi, rencanaku setelah menikah adalah… Salah satunya mencari pengalaman dengan mengajar^^

Oh ya, jangan lupa baca dzikir pagi dan petang ya kawan. Keutamaan membaca dzikir pagi-petang bisa dibaca disini. Khusus bagi temanku kaum wanita yang sudah menikah, ini ada rekomendasi buku berjudul “Hartamu, Hartaku.. Hartaku Punya Siapa? (101 Fakta Keuangan Keluarga Islami” Buku yang membahas tentang manajemen keuangan keluarga Islami. Setelah membaca buku itu, Insya Allah jadi punya masukan mengenai bagaimana mengatur keuangan keluarga agar selalu sehat sejahtera. Penulisnya cukup detail membahas hal ini, tentunya lebih dari sudut pandang perempuan (istri). Para suami yang mau membaca juga disila..

Oke, sekian dulu postingan random yang ditulis di sore hari ^_^

Pengalaman: Operasi Gigi Geraham Bungsu

Kemarin, aku ditemani suami pergi ke RSCM untuk operasi gigi geraham bungsu. Kalau pergi ke RSCM mungkin enaknya ditemani ya… Karena ngantrinya harus ekstra sabar. Kalau ada yang nemenin kan enak ada yang diajak ngobrol ;)

Aku mulai sadar kalau gigi gerahamku yang paling belakang di bagian kanan itu bermasalah ketika beberapa hari sebelum menikah. Saakiit banget rasanya mulutku saat itu. Kuperiksa di puskesmas dulu, baru dirujuk ke rumah sakit. Dari hasil rontgen di puskesmas, ternyata gerahamku itu tumbuhnya miring, menabrak gigi geraham yang depan. Pantas aja sampai pusing-pusing aku dibuatnya.

Biaya untuk operasi ini kalau tidak pakai asuransi adalah Rp 965.000,- ditambah obatnya Rp 150.000,- Awalnya, aku bimbang mau operasi dimana, dokter di RSCM nya aja membujukku untuk operasi di RS FKG UI karena biayanya lebih terjangkau. Tapi karena mamaku kurang “sreg” kalau di FKG (khawatir yang ngerjain mahasiswa, belum pengalaman), yasudah.. di RSCM aja.

Dokter yang mengoperasiku laki-laki, bukan perempuan. Karena memang nggak bisa milih-milih dokter disana. Pernah baca di beberapa blog, kalau dokternya laki-laki lebih kuat untuk mencabut giginya. Si dokter ketika mengoperasiku juga sambil siul-siul. Mungkin biar si pasiennya nggak tegang kali ya :)

Pertama-tama saat operasi, jangan lupa baca doa ya. Habis itu aku  ditutup matanya dengan kain, disuntik gusinya biar kebal (mati rasa) dan seterusnya dokter dan co ass nya mulai bermain-main dengan gigiku. Kurang dari satu jam operasinya sudah selesai. Obat biusnya masih bertahan sampai kira-kira satu jam kedepan. Ketika efek biusnya hilang, mulai deh terasa sakitnya.

Biar nggak kesakitan terus-terusan, aku ingin minum obat, tapi sebelumnya harus makan dulu. Aku makan bubur ayam dibeliin masayang (suamiku). Pilihan makanan lain adalah super bubur, yoghurt dan energen (maaf sebut merek). Mau mingkem aja susah, jadi makan makanan yang cair-cair aja dulu.

Seminggu lagi aku harus balik ke RSCM untuk buka jahitan. Moga aja berjalan lancar :)

 

 

 

Tangko Inn Resort

Postingan kali ini masih seputar dunia pernikahan :D Jadi, selepas acara resepsi, aku dan suamiku tidak langsung ke rumah mertua atau rumah yang akan ditempati, tapi kami pergi ke daerah Cipanas, tepatnye ke Tangko Inn Resort. Maaf yah belum bisa menampilkan foto hasil jepretan sendiri, karena itu untuk konsumsi pribadi (ada foto kami berdua sebagai objek) ;) Kurang lebih seperti inilah view di sekitar Tangko Inn..

tangko inn resort

Setiap orang memiliki penilaian sendiri mengenai bagus tidaknya suatu hotel. Khusus untukku, suatu hotel atau penginapan dikatakan bagus jika disana menyediakan setrikaan! Yap, dan Tangko Inn menyediakan setrika :D

Saat disana, penginapan itu serasa milik berdua, karena memang tamunya hanya kami saja. Saat kami check in, sudah banyak tamu yang check out (kami check in hari minggu di malam hari). Bagi orang kota, pemandangan di sekitar penginapan bisa memanjakan mata. Pagi-pagi enak buat olahraga. Bubur ayam disana juga enak :D

Mungkin postingan kali ini bisa menjadi bahan masukan bagi pasangan yang akan menikah. Selepas resepsi (yang pastinya sangat lelah), pergi ke tempat ‘entah berantah’ untuk istirahat sambil mengenal pasangannya lebih jauh tanpa perlu “diganggu” lagi dengan para tetamu.

Kehidupan Setelah Menikah

Menikah itu ternyata bikin tenang kawan. Setelah menikah dan berganti status menjadi seorang istri, aku belajar untuk mengatur waktu dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Aku juga masih berhadapan dengan skripsi, masih menikmati ‘taaruf’ dengan suami yang tak pernah putus, dan masih berharap diberi izin oleh Allah untuk memiliki buah hati :)

Sebelum menikah, aku sempat khawatir akan banyak hal. Kurang PD terhadap kondisi fisik, khawatir tentang berita perceraian yang ramai, belum punya pemasukan, dan lain sebagainya. Kalau sudah begitu, aku akan bertanya ke dalam hati, niatku menikah sebenarnya untuk apa? Kekhawatiran yang muncul biasanya akan sirna kalau sudah bertanya ke orang-orang yang sudah berpengalaman.

Tinggal sekarang, adalah merawat cinta. Menyederhanakan arti bahagia dan berteman dengan orang-orang yang memiliki semangat positif. S-E-M-A-N-G-A-T!!

 

 

 

Akhirnya Aku Menikah ^_^

didafarsawedding

Alhamdulillah, pada tanggal 17-Februari-2013 aku resmi menjadi seorang istri dari seorang lelaki saleh bernama Farsa Septia Adi Nugroho :) Perasaanku campur aduk saat ijab qabul terucap. Wah, duniaku saat ini sudah berbeda. Sudah tidak boleh memikirkan diri sendiri lagi. Sudah ada imam yang menasehati, memimpinku ketika shalat.

Acara resepsi dilangsungkan di gedung aula sudirman, makodam jaya. Sedangkan akadnya dilangsungkan di masjid al jihad, komplek makodam jaya. Mau tau kisah tentang bagaimana aku dan suamiku bertemu? Silahkan cek di web pernikahan kami>>  http://www.mywedding.com/farsadida

dida's wedding

Terima kasih atas doa keberkahan para tamu, dan kedatangan teman-teman semua. Terima kasih kepada Bening Wedding Organizer atas jasanya, Juragan Desain (juragandesain.com) atas kartu undangan yang cantik, serta seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini, yang namanya tidak bisa disebutkan satu per satu. Makasih banyak ya.. :)

Am I With The Right Partner?

During a seminar, a woman asked,” How do I know if I am with the right person?”

The author then noticed that there was a large man sitting next to her so he said, “It depends. Is that your partner?” In all seriousness, she answered “How do you know?” Let me answer this question because the chances are good that it’s weighing on your mind replied the author.

Here’s the answer. Continue reading

Ketika Mama Bekerja

Friday Mubarak ^_^

Kali ini mau bercerita sedikit (bisa jadi banyak sih :p) tentang perempuan yang bekerja dan kaitannya dengan Islam.

Dulu, mamaku adalah seorang ibu rumah tangga yang luar biasa. Ketika pulang sekolah, aku disambutnya, ditanyakan ada PR atau nggak, atau bahkan dimarahi (tergantung situasi/mood mama saat itu). Semua itu membuatku senang. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang. Maksudnya, semua berubah ketika situasi menuntut mama untuk bekerja.

Maka jadilah mama seorang guru. Continue reading

How To Master Your Habits

habits-felixsiauwFriday Mubarak ^_^

Nah, kali ini mari sedikit membahas buku karangan Ustad Felix Y. Siauw. Ustad yang kukenal lewat twitter karena kultwitnya yang enak dibaca, langsung to the point walau kadang “jleb” juga.

Dalam buku ini dibahas bagaimana cara menguasai, membentuk sebuah habit (kebiasaan) yang baik. Kenapa hal ini menjadi begitu penting? Well, sebagai seorang muslim kita percaya kan kalau nanti akan pergi ke akhirat? Kalau habit yang dominan dalam hidup adalah yang buruk, sungguh sayang waktu di dunia yang dilewatkan.

Habit disini juga bukan melulu dikaitkan dengan perilaku, tapi juga cara berpikir serta cara memandang suatu masalah. Tenang, bagi yang tidak terlalu suka baca, mata kamu akan dimanjakan karena setiap halaman memiliki gambar dan tulisannya tidak terlalu banyak kok. Lalu, kenapa gambar depan bukunya sebuah pohon ya? :)

Saking pentingnya habit, Productive Muslim juga membuat Productive Muslim Habitator lho.. Untuk membantu mengubah habit yang baru, yang lebih baik. Sila di cek disini >> http://bit.ly/Z0SP7i

Ok, let’s master our habit!

Dear December

Saking lamanya nggak nge-blog, jadi bingung deh mau nulis apa :)  Seringnya nulis di buku diary sih, walau kata adek-adek, “hari gini masih nulis diary?”.
2012 akan segera berlalu. Sebentar lagi 2013. Hal-hal yang ingin dicapai di tahun depan sudah dibuat, tinggal laksanakan secara konsisten dan bertahap. Sederhana aja sih targetnya, asal selalu ingat akan akhirat.
Refleksi dulu ah, apa yang sudah dilakukan pada tahun 2012 (tahun yang dalam suatu film katanya bakal terjadi hari kiamat):

Continue reading

How My Father Teach Me To Be A Girl

Suatu ketika papa menyuruhku untuk mengangkat meja kayu yang cukup berat ke lantai atas. “Berat banget pa..” keluhku saat itu. “Masa begini aja nggak kuat?” kata papa keheranan. Akhirnya kukerahkan seluruh tenaga untuk mengangkat itu meja.

~

Saat menonton acara Mario Teguh di studio Metro TV, papa menyuruhku duduk di bangku depan dan mewanti-wanti agar aku mengajukan pertanyaan ke Pak Mario. “Dida harus berani… Bla.. bla..” kata papa. Aku yang sedang malas untuk masuk tv tidak tertarik untuk menerima usulan tersebut. Ketika papaku disorot kamera karena bertanya, lalu disambut gelak tawa pemirsa karena pertanyaan yang beliau ajukan, aku tersenyum. Kuberitahu orang disampingku… “Itu papaku”.

~

Beberapa hari setelah menabrak kopaja, aku sedang kapok mengendarai motor di Jakarta. Tak lama berselang papa bertanya, “kapan mau belajar motor lagi?”. Sepertinya papa lupa pada biru-biru di tubuhku. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers